Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Gepeng Beraksi Sambil Pura-pura Berdagang Masker di Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga saat ini belum bisa dituntaskan. Meskipun dalam situasi Covid 19, gepeng masih tetap beroperasi dengan modus berpura-pura berjualan.
Buktinya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar berhasil mengamankan 34 orang gepeng sedang beraksi di Kota Gianyar Selasa (11/5).
Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha mengatakan begitu anggotanya mengetahui keberadaan gepeng sedang beraksi di seputaran kota Gianyar, pihaknya langsung melakukan penertiban. Satu per satu gepeng berhasil diamankan kemudian dimasukkan ke dalam truk.
Hingga akhirnya tercatat 34 orang gepeng berhasil diamankan. Semua gepeng yang berhasil diamankan berasal Tianyar, Karangasem.
"Dari 34 orang itu sebagian besar anak-anak. Bahkan ada diantara mereka baru berumur 4 bulan diajak menggepeng oleh orang tuanya," ungkap Watha.
Demikian juga ada ada bayi umur 1 tahun yakni Ketut Eka Antara Putra juga diajak menggepeng. Dari 34 gepeng yang berhasil diciduk sebanyak 22 orang berjenis kelamin perempuan dan 12 orang berjenis kelamin laki-laki.
"Dulu sebelum covid 19 mewabah, wisatawan masih ramai di Ubud, gepeng beraksi di Ubud. Namun karena situasi Covid 19 ini, para gepeng dalam beraksi sambil berpura-pura berdagang masker," ujar pejabat asal Desa Ketewel, Sukawati ini.
Kata Kasatpol PP Gianyar para gepeng ini diamankan karena melanggar Perda No 15 tahun 2015 tentang Keteriban Umum. Setelah didata dan dibina, mereka kemudian digelandang ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk diserahkan kembali ketempat asalnya Tianyar, Karangasem.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan