Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Gianyar Dapat Pengembangan Sayur Kol 10 Hektar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kabupaten Gianyar mendapat bantuan program pengembangan sayur daun organik dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Tahun 2021.
Gianyar mendapat program pengembangan sayur daun berupa budidaya kol sistem organik. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar I Wayan Suarta mengungkapkan, Gianyar mendapat pengembangan sayur kol seluas 10 hektare.
Sasarannya di Kelompok Tani Subak Abian Giri Amerta, Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan. Untuk pengembangan kol ini dilakukan seluruh anggota kelompok, namun luas sesuai kemampuan para petani.
"Di Bali hanya Gianyar dan Klungkung dapat program ini. Gianyar mendapat pengembangan sayur daun, jenis tanaman kol 10 ha, sedangkan di Klungkung di Banjarangkan, mengembangkan jenis sayur daun lainnya," ujarnya saat dikonfirmasi,Jumat (6/8).
I Wayan Suarta mengatakan sudah memberikan pembinaan teknis Program Pengembangan Sayur Daun, kepada petani di Subak Abian Giri Amerta beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, untuk mendukung program ini rencana Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan benih, pupuk, dan pestisida nabati kepada petani.
"Yang sudah terealisasi baru benih saja sebanyak 60 saset. Sedangkan pupuk dan pestisida akan menyusul. Mudah-mudahan tidak ada hambatan," harapnya.
Dijelaskan, program pengembangan sayur daun ini dilaksanakan dengan sistem organik. Hal ini diharapkan agar produksi yang dihasilkan nanti benar- benar aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.
"Karena itu, pupuk dan pestisida mengunakan pupuk dan pestisida ramah lingkungan," jelasnya.
Menurut Suarta, keberhasilan Kelompok Tani Subak Giri Amerta, Banjar Pilan, ini akan menjadi permulaan rencana Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI dan Pemkab Gianyar menjadikan Desa Kerta sebagai "Kampung Sayur". Dengan menjadi kampung sayur, segala program pengembangan sayur di Kabupaten Gianyar ke depan akan diprioritaskan di Desa Kerta.
Ini akan memberi keuntungan bagi para petani di desa tersebut. Untuk itu, diharapkan program pengembangan 10 ha sayuran kol ini berhasil baik. Karenanya petani harus serius mengikuti petunjuk teknis program dan mengimplementasikan di lapangan dengan sebaik- baiknya.
Dikatakan, pelaksanaan program ini sekarang sedang tahap pembibitan dan penyiapan lahan. Sesungguhnya tahapan program sudah mulai sebelumnya. Namun karena Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, menyebabkan pelaksanaannya mengalami gangguan pengiriman benih dari pusat, sehingga sedikit terlambat.
"Segala sarana produksi dilaksanakan oleh Dirjen Hortikultura dan Dinas Pertanian Provinsi Bali. Kami hanya melaksanakan di lapangan sesuai petunjuk teknis program," ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan, Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI bersama Pemkab Gianyar juga akan menjadikan Desa Taro sebagai "Kampung Buah". Hal ini juga karena melihat karakteristik desa, yang cocok untuk pengembangan jenis buah- buahan.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3504 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1322 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 691 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun