Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Golose di Bali Kumpulkan Penyuluh Narkoba dari 173 Kabupaten

Kamis, 10 Maret 2022, 21:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Golose di Bali Kumpulkan Penyuluh Narkoba dari 173 Kabupaten.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Menyikapi tingginya permintaan narkoba (demand), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol DR. Petrus Reinhard Golose mengumpulkan para penyuluh narkoba dari 173 Kabupaten dan 34 Provinsi Se-Indonesia. 

Ratusan penyuluh ini diikutsertakan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung selama 3 hari (9 Maret-11 Maret) di Hotel Patra Jasa, Kuta. Salah satu fokus pembahasan dalam Rakernis yakni masalah penanganan narkoba dalam bidang Soft Approach yang meliputi pemberdayaan masyarakat bersama dengan rehabilitasi. 

Usai Rakernis, Komjen Golose menegaskan program Soft Approach dilaksanakan setelah melihat geo politik dan geo strategis dunia saat ini. Di mana, akan ada masalah lain di bidang ekonomi akibat invasi Rusia ke Ukraina yang bakal berdampak pada masalah sosial. 

"Ini yang harus diantisipasi jangan sampai dimanfaatkan oleh para bandar narkoba ke penyalahguna untuk membangun jaringannya. Sehingga perlu ditekan permintaan. Ini salah satu tugas dari bidang pencegahan," ujar Komjen Golose. 

Jenderal bintang tiga di pundak ini mengatakan, dari hasil penelitian di seluruh dunia penyalahguna narkoba sekitar 270 orang. "Itu artinya ada demand yang sangat besar. Saya berharap agar Bali sebagai tujuan wisata dunia jangan sampai juga jadi tujuan pasaran narkoba dunia," ungkap mantan Kapolda Bali selama kurang lebih 4 tahun ini. 

Ditegaskannya, melihat perkembangan Bali saat ini sangat berpotensi jadi pasaran narkoba dunia. Terlebih selama dua tahun di masa pandemi Covid-19 sudah menggerogoti ekonomi, tapi justeru prevalensi penyalahguna narkoba meningkat. 

Guna mengatasi ini, para penyuluh akan berkonsentrasi melakukan penyuluhan di desa-desa guna memperkuat memutus jaringan internasional maupun nasional. 

"Saya percaya dengan kemampuan yang dimiliki para penyuluh ini melakukan terobosan positif ke depannya untuk meminimalisir dan menekan peredaran narkoba," ujar Jenderal asal Manado Sulawesi Utara ini. 

Keterangan terpisah, Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menjabarkan bahwa dari data BNNP Bali ada sekitar 90 persen penyalahguna narkoba di Bali. Para penyalahguna ini mendominasi memakai narkoba jenis sabu. 

"90 persen penyalahguna narkoba di Bali menggunakan jenis sabu. Ini yang dikhawatirkan kalau jaringan sabu sudah sampai ke desa-desa," bebernya.

Sehingga BNNP Bali akan terus berupaya menekan suplai di hulu dan memutus jaringan narkoba sejalan dengan kebijakan BNN RI. "Jadi, tugas BNN RI jangan sampai narkoba masuk di Bali terlebih dahulu baru melakukan antisipasi," tegasnya. 

Sugianyar mantan Kepala BNNP NTB ini menjelaskan awal tahun ini pihaknya sudah berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu dalam jumlah besar. Kemudian Polresta Denpasar mengungkap 18,5 Kg sabu.

"Bila melihat suplai tersebut menunjukkan tingginya permintaan di Bali," jelasnya. 

Diterangkannya, saat ini banyak penyalahguna narkoba adalah kaum usia remaja. Sehingga perlu dilakukan pendekatan dengan gaya anak muda. "Misalnya lewat sosial atau melalui konten yang bisa diterima oleh kalangan remaja," pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami