Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Hujan Deras, Air Baku Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan Keruh
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Tabanan pada Senin (14/12) mengakibatkan air baku Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana Tabanan di Nyanyi, Kediri mengalami kekeruhan.
Tingkat kekeruhan yang begitu tinggi di salah satu sumber air baku tersebut membuat pengolahan air menjadi sulit.
Meski demikian, Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana Tabanan memastikan distribusi air bersih ke sekitar 3 ribu total pelanggan yang ada di wilayah Kediri bagian Selatan tidak terkendala.
"Kami punya cadangan air untuk disalurkan ke pelanggan sembari menunggu air bisa diolah kembali, perlu waktu satu jam untuk penormalan, hanya saja jika kapasitas hujan tinggi dan lama, barulah berpengaruh nantinya," kata Kepala Bagian Hubungan dan Langganan Perumda Tirta Amertha Bhuana Budi Gunawan, Senin (14/12).
Untuk sumber air di Nyanyi ini melayani sekitar 3 ribu pelanggan mewilayahi Desa Pandak Bandung, Desa Nyitdah, Desa Pejaten, Desa Pandak Gede, Desa Beraban, dan Desa Buwit.
Hanya saja karena tingkat kekeruhan air tinggi, sementara waktu pengolahannya di stop, namun tidak sampai mempengaruhi distribusi air ke pelanggan.
"Air masih normal dengan kualitas yang masih bagus karena distribusi air menggunakan stok,"terangnya.
Kendati demkian, pihaknya menekankan di musim hujan saat ini seluruh masyarakat tetap melakukan penampungan air. Ini untuk mempersiapkan sewaktu-waktu terjadi gangguan pipa bocor yang menyebabkan pendistribusian terganggu.
Seperti banyak kemungkinan terjadi gangguan PLN akibat kayu roboh, mengingat pompa air juga menggunakan sumber PLN jadi bisa berpengaruh. Selain itu jalur pipa di tebing bisa jadi longsor menyebabkan pipa tergerus.
Selama 2020 gangguan yang paling dominan terjadi beragam, dengan rata-rata keluhan mencapai 250 perbulan. Keluhan yang diterima mulai dari pipa bocor, air mati, hingga meteran rusak.
"Tentang keluhan ini sudah ditangani dengan benar, begitu dilaporkan langsung bergerak ke lapangan," kata Budi.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan