Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Hutan Bali Barat Rawan Pohon Tumbang
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras dan angin kencang yang sering terjadi di Jembrana harus mendapatkan kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan Denpasar-Gilimanuk utamanya jika memasuki jalur hutan Bali Barat. Pasalnya di jalur tersebut rawan pohon tumbang lantaran pohon yang tumbuh di sepanjang jalur tersebut banyak yang sudah lapuk.
Kapolsek Melaya AKP I Nengah Mandi. S.Sos, seizin Kapolres Jembrana, Senin (2/3) mengatakan saat musim hujan jalur utama yang masuk di kawasan hutan Bali Barat, sangat rawan pohon tumbang. Sebab disisi jalan itu banyak pohon yang batangnya sudah lapuk dan mudah roboh karena tidak kuat menahan beban air hujan yang menimpa daunnya ditambah hembusan angin kencang.
“Beberapa pohon yang lapuk sudah tumbang bahkan sampai mencelakai pengguna jalan karena menghindari pohon itu,” ujarnya.
Lurah Gilimanuk, I Ketut Eko Susilo juga membenarkan kalau jalur utama yang masuk kawsan hutan Bali Barat yang panjangnya sekitar 10 km itu, rawan pohon tumbang atau ranting pohon yang patah saat hujan turun. “Jalur itu harus diwaspadai penguna jalan,” ujarnya.
Susilo mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNBB dan Resort Polisi Hutan untuk meminta agar pohon-pohon hutan di pinggir jalan utama itu bisa dipangkas karena sangat membahayakan terutama saat musim hujan dan angin kencang. (dey)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1082 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 860 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 679 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 633 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik