Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Jadi Tukang Cuci dan Asuh Cucu, Alasan Ibu Curi HP Anaknya
BERITABALI.COM, NTB.
AL (68 tahun) seorang ibu di Mataram, Nusa Tenggara Barat diamankan polisi lantaran diduga mencuri Hp milik anaknya.
Kasus bermula saat anaknya bernama Suhaeni (44 tahun) asal Cakranegara, Kota Mataram, kehilangan Hp jenis Oppo A54. Dia kemudian melaporkan ke polisi.
Polisi kemudian menyelidiki pelaku yang mencuri Hp milik korban. Polsek Sandubaya berhasil mengidentifikasi pelaku yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban. Pelaku adalah ibu korban sendiri.
“Dari hasil penyelidikan kami dengan mengumpulkan keterangan para saksi, berhasil mengetahui identitas pelaku,” kata Kapolsek Sandubaya, Kompol Moh. Nasrullah, Selasa (26/4) lalu.
Pelaku diketahui bekerja di rumah anaknya sebagai tukang cuci dan menjaga anak-anak korban. Namun pelaku tidak pernah mendapat uang dari anaknya, padahal pelaku memiliki utang.
“Pelaku bekerja di rumah anaknya sebagai tukang cuci dan menjaga anak-anak korban. Namun berdasarkan informasi tidak pernah diberikan uang oleh korban sehingga pelaku memberanikan diri mengambil Hp korban yang merupakan anak kandungnya untuk keperluan membayar utang,” kata Kapolsek Nasrullah.
Pelaku mengakui perbuatannya. Dia mengambil Hp dalam kamar korban dan kemudian menjualnya untuk membayar utang.
“Pelaku kami amankan di rumahnya, dan berdasarkan pengakuannya, mengakui telah melakukan pencurian tersebut dengan cara masuk ke dalam rumahnya yang pada saat itu tidak terkunci,” ujarnya.
Dalam kasus tersebut, polisi berupaya melakukan restorative justice sehingga memilih untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. Pelaku tidak ditahan.
“Atas nama kemanusiaan, pelaku tidak ditahan tetapi wajib lapor, dan berdasarkan kesepakatan dari seluruh keluarganya bahwa masalah ini akan diupayakan restorative justice,” katanya.
Pelaku AL sendiri mengaku sehari-hari bekerja sebagai pengasuh dan tukang cuci piring. Pekerjaan itu ia lakoni di rumah anaknya sendiri.
Sebenarnya kejadian sudah berlangsung Desember tahun 2021 lalu, S melapor ke Polisi telah kehilangan ponsel dengan kerugian sekitar Rp 4,5 juta.
Setelah diselidiki, hilangnya ponsel tersebut mengarah pada AL dan kini sudah diakui. Nasrullah menjelaskan, AL awalnya disangkakan pasal 362 KUHP.
Akan tetapi setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut maka sangkaannya berubah ke pasal 367 tentang pencurian di dalam keluarga.
Sementara itu menyikapi beberapa kasus permasalahan keluarga berakhir di kepolisian, Joko Jumadi dari Lembaga Perlindungan Anak NTB mengatakan hal ini tidak terlepas dari masalah pokok anak di indonesia, yaitu pengasuhan. Hubungan antara orang tua dan anak tidak terjadi kelekatan diantara mereka.
"Banyak ortu hanya berpikir soal kebutuhan materi anak. Banyak yang melupakan bahwa anak butuh kasih sayang non materi.
"Kalau kelekatan antara anak dan ortu terjadi, saya kira tidak mungkin ada anak yang tega mempidanakan orang tuanya sendiri," kata Joko Jumadi, dihubungi via whatsapp, Rabu (27/4).
Joko menguraikan, saat ini kita dalam masa disrupsi ( perubahan mendasar, besar-besaran red). Jaman kecil dulu, menjelang malam anak dan ortu ngumpul dan terjadi interaksi yg cukup intens. Saat itu banyak ortu yang mendongeng atau sekedar bercerita dengan anak-anaknya sambilan memberikan pendidikan adab dan tata krama kepada anak.
"Saat ini ortu sibuk dengan dunianya sendiri. Raganya di rumah tapi pikirannya belum tentu di rumah," urai Joko.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1228 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 958 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 790 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 719 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik