Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Jalan Tegenungan Dipenuhi Lumpur Proyek Jembatan Kaca
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Akses pariwisata di Jalan Raya Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati ternoda dengan kehadiran tanah uruk yang menempel di aspal.
Akibatnya masyarakat yang kebetulan melewati jalan tersebut merasa terganggu. Apalagi jika hujan, jadi lumpur yang licin. Jika panas, menjadi debu. Menurut warga sekitar, lumpur dan debu ini berasal dari truk pengangkut tanah untuk proyek jembatan kaca.
“Iya merasa terganggu, ini sejak 3 hari lalu ini dari proyek jembatan kaca,” ujar warga mengaku bernama Desi.
Bahkan karena debunya cukup menggangu, dia sering menyiramnya agar debunya bisa diminimalisir. Namun dia tidak berani terlalu basah karena takut jika nantinya memakan korban.
“Biasanya di kerik oleh petugas proyek. Tapi lumpur dan debunya masih tetap juga. Saya bisa siram tapi tidak berani terlalu becek takut pengendara bisa jatuh,” ujarnya.
Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, mengatakan tidak tahu tentang hal tersebut. Sebab ia tidak dilibatkan karena bendesa setempat yang menangani, karena ranahnya desa adat.
“Maaf belum tahu tiyang, kapan itu? Soalnya proyek itu semua dihendel oleh bendesa adat, saya tidak bisa akses kesana. Konfirmasi bendesa atau kelian saja,” ujarnya.
Terpisah, Bendesa adat Tegenungan, Dewa Ketut Murtika, menyatakan pengerukan tanah itu bagian proyek pembuatan jembatan.
“Memang bener itu (untuk jembatan kaca, red) jembatan. Sudah saya hubungi, ya kalau sekarang selesai besok akan di bersihkan,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3994 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1384 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 937 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 863 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun