Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jalur Menuju Sirkuit Mandalika Terendam Banjir dan Tebing Longsor
BERITABALI.COM, NTB.
Jalur bypass menuju Pertamina Mandalika International Street Circuit, di Lombok Tengah dilanda banjir. Selain banjir, tebing di jalur tersebut juga longsor. Warga bahkan sempat merekam reruntuhan tebing bekas dicacah alat berat itu.
Dari video yang beredar, banjir mencapai paha orang dewasa menggenangi badan jalan. Bahkan beberapa rumah yang ada di pinggir ikut terendam banjir. Kendaraan yang melintas harus melalui pinggir jalan untuk menghindari banjir yang cukup dalam di tengah.
Informasi sementara dari BPBD Lombok Tengah, terjadi banjir di tiga Desa di Kecamatan Pujut yaitu Kuta, Sukadana, dan Bangket Paraq, serta tanah longsor di jalan Bypass Kuta Mandalika.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ruslan Abdul Gani belum mendapat informasi apapun mengenai longsor dan banjir di sepanjang Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
“Sebentar dulu, ya. Saya belum mendapatkan informasi. Saya mesti cek terlebih dahulu,” ujar singkat Gani melalui telepon, Jumat (23/12).
BMKG sebelumnya juga telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Desember ini.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Cucu Kusmayancu mengatakan peningkatan hujan saat Natal dan Tahun Baru ini disebabkan oleh dinamika atmosfer.
“22-24 Desember 2022, potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian Mataram, dan seluruh wilayah NTB,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (23/12).
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, sambaran petir, puting beliung, gelombang tinggi hingga pohon tumbang.
Penyebab lain adalah pengangkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan, di Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.
Pemicu lainnya adalah meningkatnya aktivitas seruakan dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di Indonesia bagian barat dan selatan.
Juga meningkatnya potensi awan hujan di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan