Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Jelang Galungan Harga Sembako Melonjak, Tapi Pembeli Sepi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lima hari menjelang Hari Raya Galungan, harga beberapa kebutuhan pokok di Jembrana mengalami kenaikan.
Sejumlah pedagang di Pasar Umum Negara, Jembrana, mengatakan lonjakan harga telah terasa sejak sepekan terakhir.
Dari pantauan di Pasar Umum Negara, kenaikan harga yang paling signifikan terjadi pada telur, cabai, bawang merah dan tomat. Harga telur saat ini Rp.2.000 Per butir yang sebelumnya hanya Rp1.300 per butir.
Lombok Kecil yang dulunya Rp.45.000 per kilo kini Rp.70.000 per kilo gram. Kemudian Lombok Besar dari Rp50 ribu naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sementara harga minyak goreng kemasan belum ada penuruan masih tertahan Rp24 ribu per liter.
Menurut salah satu pedagang sembako, ibu Muliada, Sabtu (04/06/2022) mengakui jika adanya kenaikan harga. Namun kenaikan harga juga tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat.
"Biasanya sudah ramai yang belanja menjelang galungan, tapi sekarang sangat sepi," terangnya.
Harga beberapa kebutuhan pokok diprediksi terus meningkat mendekati Hari Raya Galungan. Diharapkan kenaikan harga tersebut tidak sampai melambung tinggi sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan membeli bahan pokok.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 845 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 773 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 747 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun