Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Jembrana Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem Tahun 2025
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upaya menekan angka kemiskinan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Melalui berbagai program terarah dan berbasis data, Pemkab menargetkan capaian ambisius, yakni nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2025.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Jembrana Tahun 2025 di Ruang Rapat Jimbarwana, Rabu (22/10/2025). Rapat tersebut mengangkat tema “Arah Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Jembrana”.
Dalam sambutannya, Wabup Ipat yang membacakan arahan Bupati Jembrana menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan merupakan ukuran penting keberhasilan pembangunan. Ia meminta seluruh perangkat daerah menjadikan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama, bukan sekadar program tambahan.
“Pembangunan Jembrana tidak cukup hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari pembangunan jiwa dan moral masyarakat. Seperti pesan Bung Karno, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya,” ujarnya.
Baca juga:
Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng, Pemkab-Pemprov Kolaborasi Gelar Pelatihan Teknis Kuliner
Terkait strategi pengentasan kemiskinan, Wabup Ipat menyoroti tiga agenda besar. Pertama, sinkronisasi data dan intervensi berlapis dengan memanfaatkan data P3KE dan DTKS sebagai basis tunggal nasional. Ia menegaskan pentingnya setiap OPD melakukan tagging program dan anggaran melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
Intervensi, kata dia, dilakukan secara bertahap: lapis pertama berupa bantuan sosial, pangan, dan subsidi untuk meringankan beban masyarakat; lapis kedua meningkatkan pendapatan lewat pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, dan pinjaman tanpa bunga; sedangkan lapis ketiga berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti perbaikan rumah tidak layak huni dan jaminan kesehatan universal.
Agenda kedua, lanjutnya, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal. Program prioritas di antaranya pelatihan vokasi bagi pemuda dari keluarga miskin, fasilitasi kredit bersubsidi, program bedah warung bagi pelaku UMKM, serta optimalisasi sektor pertanian dan kelautan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Perbekel, Lurah, dan Bendesa Adat dalam memperkuat langkah pengentasan kemiskinan di wilayah masing-masing. Desa adat diharapkan aktif dalam validasi data kemiskinan dan pengembangan program padat karya berbasis desa.
“Sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kita. Dengan kerja bersama dan data yang valid, target nol persen kemiskinan ekstrem bukan hal yang mustahil,” tegasnya.
Wabup Ipat menutup arahannya dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jembrana. Ia berharap rapat koordinasi kali ini dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret yang bisa segera diimplementasikan.
“Seluruh perangkat daerah saya minta bekerja sungguh-sungguh dan terus berinovasi sesuai bidangnya agar program penanggulangan kemiskinan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1024 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 821 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 639 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 601 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik