Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Kesaksian Warga Bogor Diguncang Gempa Sukabumi: Mobil Sampai Goyang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gempa bumi magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/12). Getaran gempa dirasakan hingga Depok dan Tangerang Selatan.
Warga Bogor Kota, Rorien Novriana mengatakan getaran gempa hingga menggoyang lemari dan tempat tidur. Dia yang masih berada di kasur merasakan gempa tersebut.
"Di Bogor Kota, lagi di kamar, lemari sama tempat tidur goyang. Cuma enggak lama, 5 detik kayaknya," kata Rorien.
Menurutnya, orang-orang di luar rumah berteriak gempa. Meskipun gempa yang dia rasakan begitu singkat.
Sementara di Tangerang Selatan, warga Bumi Serpong Damai, Audizarachma juga merasakan gempa. Dia merasakan pusing saat gempa mengguncang.
"Tadi lagi duduk tetiba ada berasa gerak tanahnya, kirain pusing. Terus lihat grup ternyata itu gempa," katanya.
Warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Ikhsan juga merasakan gempa. Dia melihat air dalam gelas bergetar karena gempa.
"Lagi duduk terus ngerasain ada yang gerak di lantai, pas lihat air dalam gelas gerak baru sadar gempa," katanya.
Begitu pula warga Gunung Sindur lainnya, Innesyifa juga merasakan gempa. Dia mengatakan getaran hingga menggoyang mobilnya.
"Mobil sampai goyang-goyang," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 06.35 WIB. Pusat gempa Sukabumi berada di darat 25 kilometer barat laut Kabupaten Sukabumi, kedalaman 5 kilometer.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1547 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 893 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah