Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Ketika Ibu-ibu Menjadi Sekaa Gong Saat Perayaan Waisak di Vihara Amurva Bhumi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Hari Suci Waisak 2568 BE/2024 digelar di Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh. Dalam perayaan, hadir ibu-ibu yang tergabung dalam Sekaa Gong Githa Pertiwi. Mereka memainkan gamelan saat acara puncak Waisak dihadapan umat dan tokoh suci.
Ibu-ibu tersebut memainkan gamelan mengenakan kebaya putih dan kamen serta selendang merah. Tabuh yang dimainkan tampak kompak dan memukau umat yang hadir.
Adapun puncak perayaan Waisak di Amurva Bhumi yakni pada Kamis (23/5/2024) pukul 21.52 pada detik ke-42 dipimpin Romo Made Suardana. Kemudian dilanjutkan upacara Pradaksina umat mengelilingi halaman Vihara sebanyak 3 kali.
"Prosesi pradaksina ini bertujuan untuk memohon keselamatan serta kesehatan kepada sang Budha kemudian dilanjutkan dengan prosesi Darmasala atau persiapan doa dan meditasi yang dilaksanakan di pelataran Budha atau Gedung serbaguna untuk berdoa bersama merayakan detik-detik hari raya Tri Suci Waisak," jelas Romo.
Sementara itu, makna Waisak untuk memperingati 3 peristiwa. Yakni hari lahir Sidharta Gotama (calon Buddha Gautama), momen Sidharta mendapatkan pencerahan ilmu, dan hari mangkatnya Buddha.
Kalangan umat Buddha menyebut Waisak sebagai Hari Raya Trisuci Waisak. Karena hal itu untuk memperingati tiga peristiwa penting, pertama, kelahiran Bodhisattva (calon Buddha) Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM.
Kedua, petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna di Bodh pada tahun 588 SM. Ketiga, wafatnya Buddha Gotama (Maha Parinibbana) di Kusinara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan