Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Konflik Iran–AS dan Israel Picu Pembatalan Wisatawan Eropa ke Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dampak konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) mulai dirasakan sektor pariwisata di Kabupaten Buleleng.
Sejumlah wisatawan dilaporkan membatalkan kunjungan, sementara sebagian lainnya tertahan dan belum bisa kembali ke negara asal.
Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Dewa Ketut Suardipa, Kamis (5/2) mengatakan, pangsa pasar pariwisata di Buleleng didominasi wisatawan asal Eropa seperti Jerman, Swiss, dan Belanda. Dengan adanya konflik geopolitik ini, jalur mobilitas wisatawan pun terdampak.
"Penerbangan Bali-Eropa itu kan transit di Doha atau Singapura. Itu permasalahannya. Jadi tamu-tamu Eropa yang sebelumnya sudah booking hotel di Buleleng, harus membatalkan bookingannya. Ada juga tamu yang belum bisa pulang karena terkendala penerbangan," jelas Suardipa.
Menurut Suardipa, kondisi ini cukup berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel di kawasan Buleleng. Saat ini, tingkat hunian hotel di Buleleng masih tergolong rendah karena memasuki musim sepi (low season), yakni berkisar 30 hingga 40 persen.
Meski demikian, beberapa hotel masih terbantu oleh kunjungan wisatawan asal Tiongkok yang mampu mendorong okupansi hingga 80 persen di sejumlah akomodasi.
Suardipa menambahkan, pihaknya masih menunggu data pasti terkait jumlah pembatalan dari pelaku hotel di Buleleng. Namun, ia memastikan sudah ada beberapa hotel yang mengalami pembatalan reservasi.
Selain itu, kondisi ini juga menjadi perhatian serius menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana biasanya terjadi peningkatan pergerakan wisatawan domestik maupun internasional.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan stimulus, salah satunya melalui kebijakan diskon harga tiket pesawat, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan domestik.
“Kami berharap ada kebijakan diskon tiket, agar di libut Hari Raya Idulfitri ini, wisatawan domestik bisa bepergian dan sektor pariwisata tetap bergerak,” katanya.
Tak hanya itu, Suardipa juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata, seperti akses jalan tol dari Jawa Barat menuju Banyuwangi serta peningkatan fasilitas penyeberangan di jalur Ketapang–Gilimanuk.
“Perbaikan infrastruktur sangat penting untuk mendukung konektivitas wisata, terutama bagi wisatawan domestik,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang