Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Korban Pengeroyokan di Sempidi Tinggalkan Anak Balita
BERITABALI.COM, BULELENG.
Aksi kekerasan yang dilakukan dengan pengeroyokan hingga menyebabkan Adhi Putra Krismawan meninggal dunia di kawasan Sempidi, Badung menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Korban, Adhi Putra Krismawan meninggalkan anaknya yang masih balita.
Putu Suartini, ibu Adhi Putra Krismawan menuturkan, anaknya itu baru mendapat pekerjaan di Denpasar dan untuk sementara tinggal di kawasan Dalung, Badung. Saat ini korban meninggalkan anaknya yang berusia 3,5 tahun.
"Dia pesan sama anaknya papa mau kerja cari uang buat adik. Selalu saya teringat dengan kata-kata itu," ungkapnya, Rabu 17 Januari 2024.
Dari peristiwa pengeroyokan hingga mengakibatkan anaknya kehilangan nyawa, Suartini berharap agar para pelaku ditangkap dengan segera serta meminta polisi maupun penegak hukum untuk memberikan keadilan.
“Saya tidak terima. Di video itu dipukul pakai asbes, pakai balok apa begitu, sadis sekali. Kok tidak berpikir mereka melakukan itu. Miris hati saya. Saya tidak meminta apa pun. Saya hanya mau anak saya pulang dengan selamat. Tapi Tuhan berkehendak lain, dia pulang dengan keadaan tidak bernyawa. Kenapa harus seperti ini?" ungkap Suartini sambil menangis.
Jenazah Adhi Putra Krismawan masih disemayamkan di rumah duka dan menurut rencana akan melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan umat kristen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 561 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 431 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan