Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Korban Tewas Banjir dan Longsor di Korea Selatan Jadi 22 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Korea Selatan (Korsel) bertambah menjadi 22 jiwa pada Sabtu (15/7). Kementerian Dalam Negeri Korsel juga melaporkan 14 orang dinyatakan hilang.
Mereka juga menyatakan sebanyak 1.567 orang telah dievakuasi imbas air yang meluap dari bendungan di Provinsi Chungcheong Utara, seperti diberitakan Reuters.
Sedangkan di Goesan, sekitar 6.400 penduduk dievakuasi usai bendungan meluap. Banyak desa di sekitar dam terendam air. Jalan dan jembatan yang menghubungkan satu desa dengan lain pun terputus.
Di pusat Kota Gongju, penduduk diminta untuk mengungsi karena kompleks apartemen tak luput dari banjir.
Badan Meteorologi Korea Selatan mengeluarkan peringatan hujan lebat, terutama untuk Provinsi Chungcheong dan Jeolla. Mereka menyatakan hujan lebat diperkirakan turun di seluruh negara hingga Rabu.
Sedangkan di Pulau Jeju, hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir pekan depan di Pulau Jeju, demikian diberitakan Yonhap pada Sabtu (15/7).
Badan Meteorologi Korea juga mengatakan kondisi cuaca demikian bisa sangat berbahaya.
Curah hujan di Cheongyang, Provinsi Chungcheong Selatan tercatat hingga 512 milimeter sejak Kamis (13/6), sementara Iksan, Provinsi Jeolla Utara memiliki curah hujan 469,5 mm.
Menanggapi bencana ini, Perdana Menteri Korsel Han Duck-soo meminta militer Korsel segera bergabung dalam operasi penyelamatan. Ia juga meminta para personel itu bekerja sama dengan pemerintah untuk mobilisasi peralatan dan tenaga kerja.
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol juga telah menginstruksikan agar pemerintah "menanggapi bencana sepenuhnya dengan menggunakan semua sumber daya yang tersedia."
Banjir dan longsor di Korsel disebabkan karena hujan lebat tiga hari terakhir hampir di seluruh wilayah negara itu.
Pihak berwenang menduga jumlah korban akan bertambah karena terjadi kerusakan di hampir seluruh negeri. Selain itu, mereka juga mengatakan terdapat sekitar sembilan mobil yang masih terjebak di tengah banjir.
Namun, tak diketahui apakah ada orang di dalam kendaraan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1917 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1741 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1296 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1164 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah