Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Koster Usul ke Jokowi Ubah Nama Bendungan Tamblang Jadi Danu Kerthi, Ini Alasannya
bbn/YouTube Setpres/Koster Usul ke Jokowi Ubah Nama Bendungan Tamblang Jadi Danu Kerthi, Ini Alasannya.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Tamblang di Buleleng pada Kamis (2/2/2023). Bendungan yang dibuat sejak tahun 2018 lalu ini dibuat dengan anggaran APBN senilai 820 miliar rupiah dengan kapasitas daya tampung 5,1 juta liter detik.
"Luas genangan 29,8 hektar, bendungan ini mampu mengairi sawah seluas 588 hektar. Jadi bendungan ini dipakai irigasi sawah dan kedua untuk mengurangi banjir," kata Jokowi dalam sambutannya.
Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster dengan kapasitas 5 juta liter iar, Bendungan Tamblang akan mampu memenuhi kebutuhan air baku di tiga kecamatan yakni di Tejakula, Sawan, dan Buleleng. Selain itu, bandungan ini juga mengairi irigasi di dua wilayah yakni Tejakula dan Kubutambahan.
Koster juga memohon kesediaan Jokowi untuk mengganti nama Bendungan Tamblang menjadi Bendungan Danu Kerthi sebagai bentuk kearifan lokal.
"Semula menggunakan nama Bendungan Tamblang, kami mohon menggunakan kearifan lokal, berkenan bapak nama yang kami usulkan adalah Bendungan Danu kerthi Buleleng," katanya.
Koster menjelaskan Danu adalah sumber air, sedangkan Kerthi artinya memuliakan sumber mata air. Dalam filosofinya, kata dia, lontar Slokantara disebutkan bahwa membangunan 1 bendungan lebih mulia dari membangun 100 sumur.
"Jadi kepemimpinan bapak itu luar biasa dalam menyejahterakan dan membahagiakan masyarakat Bali," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan