Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Kunjungi Vaksinasi Massal di Ubud, Mendagri Tito: Semoga Pariwisata Hidup Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau pelaksanaan vaksinasi massal berbasis Banjar di Kecamatan Ubud pada Selasa (23/3).
Mendagri datang setelah sehari sebelumnya, vaksinasi sistem Banjar ini ditinjau Gubernur Bali Wayan Koster. Mendagri Tito Karnavian didampingi Gubernur Bali, Pangdam IX Udayana, Kapolda, Sekda Provinsi Bali, dan Bupati Gianyar mengunjungi lokasi vaksinasi di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud.
Mendagri mengapresiasi vaksinasi yang disebutnya berbasis mikro ini, yang menurutnya berlangsung sangat tertib. Dikatakannya, tidak banyak yang melaksanakan vaksinasi tingkat banjar (mikro), adanya tingkat desa, kampung, kelurahan atau kecamatan. Vaksinasi di tingkat banjar menurutnya lebih tertib teratur seperti ini.
"Dengan adanya keteraturan jam, yang datang siapa, yang mau disuntik, dan yang lain-lainnya ini, terjadi aliran masuk dan keluar dengan baik," kata Tito.
Dia berpesan, bagi masyarakat yang sudah divaksin jangan langsung merasa sudah aman. Harus tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Ditambahkannya, antibodi bisa terbentuk sempurna dalam 3-4 minggu setelah vaksin kedua dilakukan.
"Setelah tiga sampai empat minggu itu akan dicek, keluar tidak antibodinya? Kalau antibodi sudah terbentuk, maka relatif aman, tapi tetap pakai masker, karena ini masalah dunia, saya doakan semoga semuanya berjalan lancar dan semuanya sukses semua mengeluarkan antibodi, sehingga Bali Menjadi aman, pariwisata hidup lagi, ekonomi hidup lagi," tambah Tito.
Tito menegaskan kepada Gubernur Wayan Koster dan Bupati Mahayastra bahwa Ubud sebagai zona hijau merupakan prioritas untuk vaksinasi, jadi semua warganya segala umur wajib divaksin. Di luar daerah yang ditarget menjadi zona hijau, vaksinasi diprioritaskan pada orang yang memiliki faktor risiko.
Bupati Mahayastra, memaparkan bahwa vaksinasi di kawasan Ubud akan selesai dilaksanakan dalam kurun waktu 7 hari. Vaksinasi massal berbasis banjar diberikan kepada 32.000 orang dari 47.000 orang yang telah didata. Vaksin tahap kedua akan diberikan setelah 8 minggu melakukan vaksin pertama.
“Mengingat vaksin yang diberikan baru tidak menggunakan Sinovac perlu waktu 8 Minggu untuk vaksin kedua," kata Mahayastra.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan