Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Lonjakan Pemudik di Gilimanuk, 168.079 Orang Meninggalkan Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lonjakan arus mudik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk di mana terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang meninggalkan Bali dari H-6 sampai H-5 lebaran.
Hingga Jumat (5/4/2024) pukul 08.00 WITA tercatat totalnya mencapai 168.079 orang. Hal ini berbeda dengan kondisi pada H-7 Idul Fitri yang hanya terdapat 25.230 penumpang dan kendaraan.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kelas I Penyeberangan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha, memastikan lonjakan arus mudik. Pelayaran di Selat Bali menggunakan pola delapan trip dengan skema padat. Kapal yang dioperasikan hanya 32 unit dan 2 kapal berkapasitas besar untuk mengurai antrian.
“Kendaraan logistik belum diprioritaskan, fokus pada kendaraan roda dua dan empat yang membawa pemudik,” ungkapnya.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto juga mengonfirmasi lonjakan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk. Terjadi antrean hampir selama 1 jam karena kerusakan portal elektrik di pintu 2 menuju Pelabuhan.
Waktu rawan antrean di Pelabuhan Gilimanuk terjadi di tengah malam sampai dengan pagi hari. “Saya menyarankan agar pemudik yang menggunakan kendaraan kecil melintas Gilimanuk di siang hari sampai sore hari, sedangkan sepeda motor di malam hari untuk menghindari panas,” imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3925 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3127 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2117 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun