Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
LPS Catat Rp3,9 Triliun Simpanan Bank Dilikuidasi, Ini Penyebab Tak Layak Bayar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, sejak mulai beroperasi pada 2005 hingga 31 Desember 2025, total simpanan nasabah dari bank yang dilikuidasi mencapai Rp3,9 triliun. Jumlah tersebut berasal dari 500.818 rekening nasabah.
Dari total simpanan itu, LPS menetapkan Simpanan Tidak Layak Bayar (STLB) sebesar Rp592,14 miliar atau 14,8 persen. Sementara Simpanan Layak Bayar (SLB) tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau setara 85,17 persen.
Direktur Eksekutif Hukum LPS, Ary Zulfikar, menjelaskan sebagian besar simpanan yang tidak layak bayar disebabkan oleh pelanggaran ketentuan tingkat bunga.
"Penyebab utama simpanan dinyatakan tidak layak bayar sebanyak 64,95% disebabkan suku bunganya di atas tingkat bunga penjaminan, dan sekitar 29,02% karena terlibat praktik yang menyebabkan bank menjadi tidak sehat, dan 6% karena tidak tercatat di dalam sistem pembukuan bank," jelas, Direktur Eksekutif Hukum LPS, Ary Zulfikar, Kamis (12/2/2026) di Kuta, Badung.
Ia menegaskan, penjaminan simpanan oleh LPS mengacu pada ketentuan Undang-Undang LPS Pasal 19, yang mensyaratkan pemenuhan kriteria 3T agar simpanan dinyatakan layak bayar.
"Jika dilihat di Undang-Undang LPS ada di pasal 19, itu yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa penjaminan simpanan berlaku dengan memenuhi syarat 3T," ucapnya.
Kriteria 3T tersebut meliputi simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan bank menjadi gagal.
Lebih lanjut, Ary menyampaikan peran LPS kini semakin strategis seiring berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang memperluas kewenangan lembaga tersebut.
“Peran LPS kini telah bertransformasi. Kami tidak hanya menjamin simpanan nasabah, tetapi juga menjadi aktor utama dalam penanganan bank dan perusahaan asuransi yang bermasalah dengan kewenangan resolusi yang diperkuat melalui UU P2SK,” pungkas Ary.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2314 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan