Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Manis Galungan, Piyasan Sanggah Hangus Terbakar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa kebakaran terjadi di Gianyar saat Manis Galungan. Diketahui, piyasan Sanggah milik Pande Nyoman Sudana, 81, di Jalan Cermai, Lingkungan Candi Baru, Kelurahan/Kecamatan Gianyar terbakar pada Kamis (11/11) sekitar Pukul 23.00 WITA.
Api diduga berasal dari percikan dupa usai korban mebanten saat malam hari, beberapa jam sebelum kejadian. Informasi dihimpun, kobaran api pertama kali dilihat oleh tetangga korban Damianus Dappa.
Saksi melihat api sudah besar di bagian atas bangunan piyasan sanggah korban. Kemudian saksi teriak-teriak kebakaran dengan tujuan membangunkan warga dalam rumah. Sejumlah warga setempat berusaha membantu memadamkan dengan alat seadanya, hingga bala bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Kasatpol PP Gianyar yang membidangi Damkar, I Made Watha saat dikonfirmasi mengatakan peristiwa kebakaran tersebut cepat ditangani.
"Kebakaran terjadi jam 11 malam, telah dikerahkan 2 unit armada induk Damkar dengan 8 orang personel," jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. "Tidak ada korban jiwa, untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3843 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun