Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Mengunjungi Yayasan Pelestarian Penyu di Serangan
Rabu, 12 Juni 2019,
15:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Penyu menjadi hewan langka karena daging maupun sisik penyu sangat berharga sehingga perburuan liar akan satwa ini kerap terjadi. Dengan fenomena tersebut untuk menyelamatkan penyu dari perburuan liar dibentuklah Yayasan Pelestarian Penyu.
[pilihan-redaksi]
Yayasan Pelestarian Penyu sudah dibentuk di beberapa kota, salah satunya Yayasan Pelestarian Penyu Serangan. Yayasan ini didirikan oleh I Wayan Raga yang merupakan warga asli Serangan pada tanggal 5 Juli 1989 yang berlokasi di Jalan Tukad Punggawa, No. 32 Denpasar Selatan. Yayasan Pelestarian Penyu Serangan merupakan Yayasan milik pribadi (Non Pemerintah) yang memiliki misi untuk menyelamatkan dan melestarikan penyu.
Yayasan Pelestarian Penyu sudah dibentuk di beberapa kota, salah satunya Yayasan Pelestarian Penyu Serangan. Yayasan ini didirikan oleh I Wayan Raga yang merupakan warga asli Serangan pada tanggal 5 Juli 1989 yang berlokasi di Jalan Tukad Punggawa, No. 32 Denpasar Selatan. Yayasan Pelestarian Penyu Serangan merupakan Yayasan milik pribadi (Non Pemerintah) yang memiliki misi untuk menyelamatkan dan melestarikan penyu.
Di Yayasan ini terdapat berbagai jenis penyu mulai dari penyu hijau, sisik dan yang lainnya. Yayasan ini berbeda dengan penangkaran penyu yang lainnya yaitu pada Yayasan ini terdapat penyu yang sudah tua yakni berumur 70 tahun sehingga hal ini menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Selain penyu dewasa di Yayasan ini juga terdapat tukik atau anak penyu sehingga di Yayasan ini terdapat dua kolam untuk memisahkan penyu dewasa dan anaknya hal ini dilakukan agar tukik atau anak penyu lebih aman tidak dimakan oleh induknya.
Di Yayasan pelestarian penyu ini juga terdapat penetasan telur penyu yang jika beruntung kita dapat melihat proses kelahiran penyu. Di Yayasan ini juga menjual suvenir penyu yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh atau sebagai tanda bahwa sudah pernah berkunjung ke penangkaran ini.
[pilihan-redaksi2]
Meski sifatnya edukatif, namun pengembangan Yayasan ini terkendala status milik pribadi. "Jadi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan Yayasan ini cukup banyak, sedangkan pemasukan Yayasan ini hanya dari sumbangan sukarela dari pengunjung. Hal ini menjadikan perawatan penyu pun menjadi seadanya," ungkap Sugiana (30) Pengelola Yayasan Pelestarian Penyu Serangan.
Meski sifatnya edukatif, namun pengembangan Yayasan ini terkendala status milik pribadi. "Jadi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan Yayasan ini cukup banyak, sedangkan pemasukan Yayasan ini hanya dari sumbangan sukarela dari pengunjung. Hal ini menjadikan perawatan penyu pun menjadi seadanya," ungkap Sugiana (30) Pengelola Yayasan Pelestarian Penyu Serangan.
Jadwal berkunjung ke Yayasan Pelestarian Penyu Serangan ini, dibuka dari jam 10.00-16.00 Wita. Untuk masuk ke Yayasan ini tidak menggunakan tiket cukup berdonasi suka rela di kotak hitam yang berada di samping kolam. Donasi ini digunakan untuk keberlangsungan hidup penyu.
“Tempatnya sangat nyaman. Apalagi didepan terdapat 3 gazebo besar yang cocok untuk bersantai di sore hari dikala penatnya suasana Denpasar," ujar Bram, salah satu pengunjung. (bbn/Unud/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 252 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 204 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 191 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 177 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 164 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026