Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Menimbang Hitam-Putih Keberlanjutan PPKM
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kegiatan e-Ngopi (elektronik - Ngobrol Pintar) perdana di kepengurusan Pimpinan Cabang KMHDI Denpasar periode 2021-2023 diadakan pada Sabtu (24/6/2021).
Kegiatan ini mengangkat topik "Menimbang Hitam-Putih Keberlanjutan PPKM : Manakah Yang Lebih Berat?". Situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Provinsi Bali tidak menyurutkan semangat PC KMHDI Denpasar untuk terus berkarya dan aktif menanggapi permasalahan di masyarakat saat ini.
Diskusi yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini turut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Daerah KMHDI Bali dan Pimpinan Cabang KMHDI Se-Bali. Banyak perspektif yang disampaikan terkait hitam-putih dari pemberlakuan PPKM ini. Baik dari faktor kesehatan, ekonomi, hingga masyarakat.
Salah satunya disampaikan oleh Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PC KMHDI Denpasar, I Dewa Gede Darma Permana, ketika ditanya terkait manakah PPKM yang lebih berat. Beliau menjawab hal itu tergantung perspektif masing-masing kalangan masyarakat.
“Contohnya mungkin dari pandangan masyarakat kecil yang terdampak PPKM ini, akan melihat sisi hitam (negatif) nya yang lebih berat karena di mana mereka bisa mendapatkan penghasilan jika kegiatan perekonomian dibatasi dalam kebijakan PPKM ini,” ungkapnya.
Sementara jika dilihat dari sisi putihnya, salah satunya yaitu dari sudut pandang tenaga kesehatan. “Jika dari perspektif dokter atau tenaga kesehatan atau masyarakat yang keluarganya pernah terkena Covid-19 ini pasti melihat PPKM ini dari sisi putih atau positifnya, karena dapat mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kluster penyebaran Covid-19,” tambah Dewa.
Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh I Komang Adi Saputra selaku pemantik pada kegiatan e-NGOPI ini. Dia menjelaskan bahwa PPKM ini menurutnya adalah kebijakan yang semu, ada namun serasa tidak ada. Karena fakta di lapangan tidak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.
"Kita anggap saja PPKM itu ada, ditetapkan dan diberlakukan oleh pemerintah. Kita ikuti regulasi tersebut namun tetap menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya. Jangan hanya terpaku pada situasi pandemi ini, tetapi fokuslah untuk bisa tetap bertahan hidup di tengah krisis saat ini," ungkapnya dalam diskusi malam itu. Mengatasi keresahan masyarakat akibat adanya PPKM yang juga membatasi kegiatan perekonomian, I Gusti Putu Putra Mahardika selaku Ketua PC KMHDI Denpasar menyatakan bahwa ke depannya PC KMHDI Denpasar dapat turut berkontribusi dalam mendukung pemerintah Provinsi Bali agar target vaksinasi di Bali dapat tercapai.
"Hari ini kita sedang berdamai dengan pemerintah dan Covid-19. Jika memang syarat untuk dapat membebaskan kembali perekonomian masyarakat kali ini dengan suksesnya vaksinasi, maka kita akan mendorong dan berupaya untuk memaksimalkan upaya vaksinasi agar nantinya jika sudah terbangun herd immunity di Bali dapat mendorong dibukanya perekonomian masyarakat khususnya juga pariwisata di Bali,” tuturnya di penghujung acara e-NGOPI.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8431 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5802 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3629 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2454 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar