Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Menkeu Purbaya Tak Akan Biayai Proyek Family Office Gagasan Luhut di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan anggaran negara untuk membiayai proyek *family office* di Pulau Bali yang digagas oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Ia menegaskan, proyek tersebut merupakan inisiatif DEN dan seharusnya tidak menggunakan dana dari Kementerian Keuangan. Purbaya menilai, proyek itu berpotensi menggerus penerimaan negara jika dibiayai dari APBN.
Baca juga:
Bali dan IKN Dipilih Jadi Opsi Family Office
"Oh saya udah denger lama isu itu (family office), tetapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri. Saya anggarannya enggak akan alihkan ke sana," kata Purbaya kepada wartawan di kantor DJP Kemenkeu, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, Kemenkeu saat ini fokus pada pengelolaan anggaran yang tepat pelaksanaan, tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Dengan nada bercanda, ia menambahkan hanya akan membantu proyek tersebut lewat doa.
"Saya enggak terlibat. Kalau mau, saya doain saja lah," imbuhnya.
Meski demikian, Purbaya mengakui belum memahami secara mendalam konsep family office yang digagas DEN. Ia menyebut Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memang sering menyampaikan ide tersebut, namun belum ada gambaran konkret mengenai bentuk maupun mekanismenya.
"Saya belum terlalu ngerti konsepnya, walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, tetapi saya belum pernah lihat apa sih konsepnya, jadi saya enggak bisa jawab," ujar Purbaya menjawab pertanyaan wartawan soal manfaat pendirian family office.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Indonesia tengah menyiapkan konsep pusat keuangan di Pulau Bali, termasuk pembentukan family office untuk menarik minat bank internasional, manajer aset, dan firma ekuitas swasta agar beroperasi di Indonesia.
Langkah ini disebut melibatkan Kementerian Keuangan dan Dewan Ekonomi Nasional, serta mendapat dukungan dari pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, yang memberi masukan secara informal kepada Presiden Prabowo. (sumber: beritasatu.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan