Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
Minum Teh Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak
Minggu, 22 September 2019,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Di balik kebiasaan Anda minum teh ternyata, minum teh sangat baik untuk kesehatan otak.
[pilihan-redaksi]
Dikutip dari liputan6.com, penelitian yang dilakukan oleh National University of Singapore (NUS) mengungkapkan bahwa peminum teh reguler memiliki wilayah otak yang lebih baik - dan ini terkait dengan fungsi kognitif yang sehat - dibandingkan dengan peminum non-teh. Tim peneliti membuat penemuan ini setelah memeriksa data neuro imaging dari 36 orang dewasa.
Dikutip dari liputan6.com, penelitian yang dilakukan oleh National University of Singapore (NUS) mengungkapkan bahwa peminum teh reguler memiliki wilayah otak yang lebih baik - dan ini terkait dengan fungsi kognitif yang sehat - dibandingkan dengan peminum non-teh. Tim peneliti membuat penemuan ini setelah memeriksa data neuro imaging dari 36 orang dewasa.
"Hasil kami menawarkan bukti pertama dari kontribusi positif minum teh untuk struktur otak, dan menyarankan bahwa minum teh secara teratur memiliki efek perlindungan terhadap penurunan terkait usia dalam organisasi otak," jelas Ketua Tim Asisten Profesor Feng Lei, dari Departement of Psychological Medicine di NUS Yong Loo Lin School of Medicine, dikutip dari ScienceDaily, Selasa, 17 September 2019.
Penelitian ini bekerja sama dengan University of Essex dan University of Cambridge, dan temuan ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Aging pada 14 Juni 2019.
Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa asupan teh bermanfaat bagi kesehatan manusia. Efek positifnya termasuk peningkatan suasana hati dan pencegahan penyakit kardiovaskular.
Selain itu, hasil studi longitudinal yang dipimpin oleh Asst Prof Feng yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan bahwa konsumsi teh setiap hari dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada orang tua sebesar 50 persen. Setelah penemuan ini, Asst Prof Feng dan timnya lebih jauh mengeksplorasi efek langsung teh pada jaringan otak.
Tim peneliti merekrut 36 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas, dan mengumpulkan data tentang kesehatan, gaya hidup, dan kesejahteraan psikologis mereka. Para peserta lansia juga harus menjalani tes neuropsikologis dan magnetic resonance imaging (MRI). Penelitian dilakukan dari 2015 hingga 2018.
Setelah menganalisis kinerja kognitif dan hasil pencitraan peserta, tim peneliti menemukan bahwa individu yang mengkonsumsi baik teh hijau, teh oolong, atau teh hitam setidaknya empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien.
"Ambil analogi lalu lintas jalan sebagai contoh. Pertimbangkan wilayah otak sebagai tujuan, sedangkan koneksi antar wilayah otak adalah jalan. Ketika sistem jalan lebih terorganisir, pergerakan kendaraan dan penumpang lebih efisien dan menggunakan lebih sedikit sumber daya. Demikian pula , ketika koneksi antar daerah otak lebih terstruktur, pemrosesan informasi dapat dilakukan lebih efisien," jelas Asisten Prof Feng.
[pilihan-redaksi2]
Ia menambahkan, dalam penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa peminum teh memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan peminum non-teh.
Ia menambahkan, dalam penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa peminum teh memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan peminum non-teh.
"Hasil kami saat ini yang berkaitan dengan jaringan otak secara tidak langsung mendukung temuan kami sebelumnya dengan menunjukkan bahwa efek positif dari minum teh secara teratur adalah hasil peningkatan organisasi otak yang disebabkan oleh mencegah gangguan pada koneksi antar wilayah," jelasnya.
Karena kinerja kognitif dan pengorganisasian otak saling terkait, diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami bagaimana fungsi-fungsi seperti memori muncul dari sirkuit otak, dan kemungkinan intervensi untuk lebih menjaga kognitif selama proses penuaan. Asst Prof Feng dan timnya berencana untuk memeriksa efek teh serta senyawa bioaktif dalam teh terhadap penurunan kognitif. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1544 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1162 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1011 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 890 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026