Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Minyak Goreng Langka, Pedagang Pasar Jembrana Dijatah 2 Dus
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keberadaan minyak goreng dalam kemasan seakan-akan menghilang di pasaran, padahal pemerintah sudah memberikan subsidi yang sebelumnya harga minyak goreng Rp.18.000 per liter.
Meskipun harganya sudah mendapatkan subsidi namun minyak masih langka di pasaran. Dengan kelangkaan tersebut sulit mendapatkan barang dagangan minyak goreng. Bahkan para pedagang hanya mendapatkan pasokan kiriman minyak dari distributor hanya 2 dus setiap minggunya.
Seperti halnya di Pasar Jembrana, salah satu pedagang bernama I Luh Siswati menuturkan, dirinya hanya mendapat jatah 2 dus dari distributor untuk memenuhi beberapa pelanggannya.
"Gimana cara saya jual kalau begini kemarin minyak kemasan merek Sabrina saya mendapatkan 10 dus hanya bertahan 2 hari saja," ujarnya.
Dirinya menjual sesuai dengan harga pemerintah 14 ribu rupiah, akan tetapi beberapa merk minyak kemasan seperti Bimoli dikarenakan tidak mendapatkan subsidi masih dijual 18 ribu rupiah per liter.
"Terkait minyak kemasan yang subsidi, saat saya telpon salesnya dibilang tidak ada barang (kosong) kalau pun ada kita dijatah hanya 2 dus saja," terangnya.
Sementara di Pasar Umum Negara pedagang minyak goreng I Luh Kantun juga menuturkan dirinya tidak mendapatan kiriman dari distributornya.
"Untuk sementara minyak kosong, tidak ada kiriman dari distributor. Minyak baru turun harganya akan tetapi barangnya tidak ada. Kami dijangkau diberikan hanya 1 dus atau 2 dus. Sekarang per minggu saya mendapatkan hanya 10 dus itu pun jarang," ucapnya.
Selain Luh Kantun, pedagang lain bernama Yuliani juga mengeluhkan kelangkaan minyak goreng dalam kemasan, dirinya selalu mendapatkan barang dengan cara berbagi dengan pedagang lainnya yang mempunyai stok lebih, meskipun harganya lebih mahal.
"Minyak beberapa hari ini kosong dari distributor, kita dijatah hanya mendapat 2 dus saja. Yang terakhir saya mendapatkan jatah itu kemarin, dan hari ini kosong tidak jual minyak," tutupnya
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3220 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1298 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun