Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
NATO Sebut Korut Sudah Kirim Pasukan ke Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Negara-negara Pakta Pertahananan Atlantik Utara (NATO) menyebut bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan militernya ke Rusia.
Juru bicara NATO, Farah Dakhlallah menyebut upaya ini akan memperparah konflik antara Rusia dan Ukraina.
"Aliansi telah mengonfirmasi bukti penempatan tentara DPRK di Rusia. Jika tentara ini ditujukan untuk bertempur di Ukraina, itu akan menandai eskalasi signifikan dalam dukungan Korea Utara terhadap perang ilegal Rusia dan menjadi tanda lain dari kerugian signifikan Rusia di garis depan," kata Farah dalam pernyataannya yang dirilis pada Rabu (23/20) dilansir dari AFP.
Sebelumnya, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menuding pemerintah Kim Jong Un mengirimkan 1.500 tentara Korea Utara ke Rusia untuk menjalani pelatihan sebagai persiapan perang di Ukraina.
Pengiriman ribuan tentara tersebut diduga menjadi langkah pertama Korut terlibat dalam invasi Moskow di Ukraina.
Negeri Para Petapa tersebut diduga mengangkut pasukan tempurnya dengan tujuh kapal Rusia pada awal Oktober ini. NIS menyebut ketujuh kapal itu sebelumnya telah diperiksa secara khusus oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
"Pesawat-pesawat angkut besar Rusia juga sering melakukan perjalanan antara Vladivostok dan Pyongyang," ucap pihak NIS dalam keterangan resmi, Jumat (18/10), melansir CNN.
Pernyataan itu menyusul peringatan berulang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa aliansi yang berkembang antara Rusia dan Korut telah mengakibatkan pasukan Korut bergabung dalam perang.
"Dari informasi intelijen yang saya punya, mereka sedang mempersiapkan 10 ribu tentara, tentara yang berbeda, pasukan darat, dan tenaga teknis," ujar Zelensky saat KTT NATO di Brussel, Belgia, Kamis (17/10).
"Kami tahu sekitar 10 ribu tentara Korea Utara sedang bersiap untuk (mulai) berperang melawan kami. Ini benar-benar hal yang mendesak, saya membicarakannya dengan Amerika Serikat, saya membicarakannya dengan semua pemimpin," imbuhnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan