Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Nelayan Ini Bawa Pulang Ikan Sultan Seharga Rp2,5 Miliar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Nelayan di India dapat rejeki nomplok saat pertama kali melaut di musim hujan. Tanpa diduga, Chandrakant Tare panen 150 ekor ikan ghol yang dikenal sebagai ikan sultan karena harganya mahal.
Ia tak pernah membayangkan akan menghasilkan banyak uang dalam semalam. Nelayan dari desa Murbe di distrik Palghar ini melaut untuk pertama kalinya pada 28 Agustus setelah larangan menangkap ikan pada musim hujan dicabut.
Saat itu, ia melihat jaringnya jadi berat dan segera mengangkatnya. Awak kapal terkejut ketika melihat dia menangkap sekitar 150 ikan ghol sekaligus.
Ikan ghol yang lezat memiliki banyak khasiat sebagai obat dan sangat dihargai di berbagai negara. Ikan ini juga dikenal sebagai "ikan hati emas".
Melihat ikan ghol raksasa dalam jumlah besar, orang-orang di kapal tak bisa menahan kegembiraan dan mulai mengabadikan momen di ponsel mereka.
Ketika dilelang dan ikan sultan itu ditawar sekitar 1,33 crore atau setara Rp2,5 miliar. Meski begitu ada bagian berharga dari ikan itu yang belum terhitung.
Putra Chandrakant Tare, Somnath, mengatakan ada kantong di perut ikan ghol, yang sangat diminati di luar negeri.
Ikan ghol, dengan nama ilmiah Protonibea diacanthus, adalah jenis ikan blackspotted croaker yang ditemukan di kawasan Indo-Pasifik dan dianggap sebagai salah satu jenis ikan laut paling mahal.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 894 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah