Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Netanyahu Sebut Bantuan Bahan Bakar ke RS Gaza Ditolak, Hamas Bantah
beritabali.com/cnnindonesia.com/Netanyahu Sebut Bantuan Bahan Bakar ke RS Gaza Ditolak, Hamas Bantah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding tawaran untuk bantuan bahan bakar ke rumah sakit Al Shifa di Gaza, Palestina telah ditolak diterima faksi Hamas.
Demikian pernyataan Netanyahu menjawab wawacara NBC News akhir pekan lalu. Melansir dari Reuters, Netanyahu mengklaim pihaknya memerhatikan kondisi memprihatinkan di rumah sakit di Gaza karena keterbatasan suplai energi untuk mendukung perawatan dan pengobatan medis.
"Kami malah menawarkan, tadi malam, untuk memberi mereka bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikan rumah sakit, mengoperasikan inkubator, dan sebagainya, karena kami (tidak) berperang sama sekali dengan pasien atau warga sipil," kata Netanyahu.
IDF mengepung wilayah-wilayah di Gaza baik lewat serangan udara maupun darat pada akhir pekan lalu, seraya menuding milisi Hamas menggunakan rumah sakit sebagai tameng untuk bersembunyi.
"Kami menawarkan bahan bakar ke rumah sakit Shifa, mereka [Hamas] menolaknya," ujar Netanyahu.
"Hamas, (yang) bersembunyi di rumah sakit dan menempatkan diri di sana, tidak menginginkan bahan bakar untuk rumah sakit...mereka ingin mendapatkan bahan bakar yang akan mereka bawa dari rumah sakit ke terowongan mereka, ke mesin perang mereka," imbuh Netanyahu.
Bukan hanya itu, dia mengatakan militer Israel (Israel Defense Force) pun sudah siap membantu evakuasi para bayi dari rumah sakit Al Shifa pada Minggu lalu.
Di sisi lain, faksi Hamas di Gaza membantah pernyataan Netanyahu bahwa pihaknya menolak bantuan 300 liter untuk penggunaan medis di rumah sakit Al Shifa.
"Tawaran tersebut meremehkan rasa sakit dan penderitaan para pasien yang terjebak di dalam tanpa air, makanan, atau listrik. Jumlah [bantauan bahan bakar dari Israel] ini tidak cukup untuk mengoperasikan generator rumah sakit selama lebih dari tiga puluh menit," demikian pernyataan Hamas.
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Hamas tidak terkait dengan manajemen rumah sakit Al-Shifa.
"Dan (Hamas) juga bukan bagian dari struktur pengambilan keputusannya. (Rumah sakit) sepenuhnya tunduk pada otoritas kementerian kesehatan Palestina," tegas faksi itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 895 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah