Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 14 September 2026
Ngurah Pemecutan Dirikan SMK Seni Tari
Tanjung Bungkak
Rabu, 22 Juli 2009,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Obsesi Gusti Ngurah Gede Pemecutan untuk membangun dunia pendidikan kian mendekati kenyataan. Kalau tak ada aral melintang, dipastikan tahun depan sudah akan memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang spesialisasinya meliputi jurusan seni tari, tabuh, dan melukis.
Gedung SMK yang dibangun di satu areal Museum Sidik Jari-nya itu saat ini dalam proses pembangunan. Tak tanggung-tanggung gedung itu akan dibuat dua lantai.
"Ya lumayanlah, ruang kelas di lantai dua luasnya berukuran 8x 8 meter," ujar Gede Pemecutan, dalam percakapan dengan Beritabali.com, di rumahnya yang sekaligus lokasi Museum Sidik Jari, di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Bungkak Denpasar, Rabu (22/7).
Menurut Pemecutan, praktek pembelajaran seni lukis, tari dan tabuh di rumahnya sebenarnya sudah berlangsung sejak lama dalam bentuk kursus. Namun, ke depan dengan sudah terbangunnya wadah SMK nantinya diharapkan lebih formal.
Berbagai fasilitas untuk mendukung proses pembelajaran sebenarnya sudah tersedia, seperti perangkat gong, kegiatan melukis, termasuk tenaga pengajar yang sebagian didatangkan dari dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Pembangunan SMK ini dimaksudkan untuk lebih memperkuat sinergi dengan museum Sidik Jarinya yang sama-sama mendukung misi pendidikan. Selain itu, usaha senada yang juga sudah dilakukan yang berkait dengan pendidikan adalah membuka toko buku di areal yang sama.
"Cuma karena kurang modal, toko buku itu dibangun atas kerjasama dengan orang lain, saya hanya menyediakan tempat saja," ujar Pemecutan. (sss)
Gedung SMK yang dibangun di satu areal Museum Sidik Jari-nya itu saat ini dalam proses pembangunan. Tak tanggung-tanggung gedung itu akan dibuat dua lantai.
"Ya lumayanlah, ruang kelas di lantai dua luasnya berukuran 8x 8 meter," ujar Gede Pemecutan, dalam percakapan dengan Beritabali.com, di rumahnya yang sekaligus lokasi Museum Sidik Jari, di Jalan Hayam Wuruk Tanjung Bungkak Denpasar, Rabu (22/7).
Menurut Pemecutan, praktek pembelajaran seni lukis, tari dan tabuh di rumahnya sebenarnya sudah berlangsung sejak lama dalam bentuk kursus. Namun, ke depan dengan sudah terbangunnya wadah SMK nantinya diharapkan lebih formal.
Berbagai fasilitas untuk mendukung proses pembelajaran sebenarnya sudah tersedia, seperti perangkat gong, kegiatan melukis, termasuk tenaga pengajar yang sebagian didatangkan dari dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Pembangunan SMK ini dimaksudkan untuk lebih memperkuat sinergi dengan museum Sidik Jarinya yang sama-sama mendukung misi pendidikan. Selain itu, usaha senada yang juga sudah dilakukan yang berkait dengan pendidikan adalah membuka toko buku di areal yang sama.
"Cuma karena kurang modal, toko buku itu dibangun atas kerjasama dengan orang lain, saya hanya menyediakan tempat saja," ujar Pemecutan. (sss)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4375 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3414 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2076 Kali
04
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026