Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Parlemen Israel Loloskan RUU Kurangi Suara Adzan
Jumat, 10 Maret 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Yerusalem. Parlemen Israel meloloskan RUU baru yang meminta masjid-masjid mengecilkan suara Adzan pada saat sholat lima waktu.
Christian Science Monitor mengabarkan Kamis (9/3/2017) RUU baru itu diloloskan oleh Knesset, Parlemen Israel dan akan disahkan setelah proses dengar pendapat di. Versi kedua, mewajibkan seluruh tempat sembahyang dilarang menggunakan pengeras suara mulai pukul 23.00 hingga 07.00 pagi. Dan versi ketiga, menurut BBC, melarang sama sekali penggunaan pengeras suara karena sangat keras dan mengganggu.
[pilihan-redaksi]
Para anggota parlemen warga Arab-Israel menyobek usulan RUU baru itu pada saat debat. Bahkan Ayman Odeh, salah seorang pemimpin partai, dilarang mengikuti debat. RUU yang diloloskan parlemen itu merupakan usulan PM Benyamin Netanyahu November tahun lalu. Waktu itu, Netanyahu mengeluarkan peraturan yang intinya meredam suara berisik yang mengganggu lingkungan.
"Tidak ada maksud untuk menyakiti hati pemeluk keyakinan lain," kata Motti Yogev, ketua Partai Rumah Yahudi yang ikut mensponsori usulan tersebut.
"Yang penting, agar warga dapat beristirahat dengan tenang, baik warga Arab maupun Yahudi," sambung Motti Yogev.
Namun RUU itu dikecam warga Muslim. Ekrima Sabri, bekas Mufti di Yerusalem menyebut peraturan itu sebagai salah satu "Hukum yang paling rasialis dan diskriminatif," katanya.
Ekrima Sabri melanjutkan, warga Palestina di Yerusalem serta kaum Muslim di seluruh dunia akan menentang RUU itu dan minta agar penggunakan pengeras suara tetap diizinkan.
"Adzan mengajak agar umat Muslim sholat adalah ritual Islam yang menjadi bagian dari agama itu selama lebih dari 1.400 tahun," kata Ekrima Sabri waktu itu.
Sekitar 1,6 juta warga Arab-Israel tinggal di Israel dan merupakan bagian dari 4,5 juta warga Palestina yang bukan warga Israel. Warga Arab merupakan seperlima dari penduduk Israel yang jumlahnya 8 juta jiwa. 80% di antaranya beragama Islam. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 559 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 501 Kali
03
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 420 Kali
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 420 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026