Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pasien Pulang Umroh Dirujuk ke Ruang Isolasi RSU Negara, Ini Kata Dinkes Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Jembrana heboh dengan beredarnya video pasien perempuan rujukan dari RS Bunda yang dibawa ke RSU Negara diketahui baru pulang dari umroh. Pasien tersebut sudah 2 hari di RS Bunda kemudian dirujuk ke RSU Negara dan disiapkan ruang isolasi.
[pilihan-redaksi]
Mengklarifikasi informasi tersebut, I Gusti Agung Putu Arisantha, MPH, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana dalam keterangan resminya menyatakan pasien tersebut termasuk kriteria PDP (Pasien Dalam Pengawasan), sehingga dipastikan belum terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.
Disebutkan kronologinya, awalnya pasien dirawat di RS Bunda, kemudian Petugas Medis RS Bunda menghubungi RS Rujukan, namun ketiga ruang isolasi RS Rujukan yakni RS Tabanan, RS Sanglah, RS Sanjiwani Gianyar sedang penuh. Sehingga pasien dirujuk ke RSU Negara yang sudah ada ruang atau kamar isolasi untuk mendapatkan perawatan.
Arisantha mengatakan diperlukan pemeriksaan laboratorium dalam penanganan pasien tersebut. Sebelumnya, diketahui pasien berangkat umroh ke Arab Saudi dan saat pulang ke Indonesia, pasien tersebut transit di Singapura.
Ia mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada terkait adanya Covid-19 yang telah ada di beberapa negara di dunia dengan tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 570 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan