Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Pedagang Kecil di Jembrana Terima Bansos 15 Kg Beras
Terdampak PPKM Darurat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak tanggal 3 juli lalu, membuat sejumlah sektor masyarakat terdampak.
Salah satunya dirasakan pedagang kecil mengingat adanya pembatasan jam operasional sehingga berpengaruh terhadap omzet penjualan mereka.
Untuk itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial pada masyarakat guna membantu masyarakat Jembrana khususnya pedagang kecil yang terdampak di tengah pandemi dan pemberlakuan PPKM Darurat. Bantuan sosial tersebut rencananya akan disalurkan besok Kamis (15/07/2021) secara bertahap.
Alokasi aggaran bantuan sosial tersebut berasal dari penyisiran dan refokusing anggaran APBD Jembrana. Kemudian bupati memerintahkan dinas sosial untuk segera merealisasikan bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial Made Dwipayana saat dikonfirmasi Rabu, (14/7/2021) mengatakan, bantuan itu sesuai arahan Bupati Jembrana untuk meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya ditengah pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat.

"Sesuai dengan arahan Bupati Jembrana untuk melakukan penyisiran serta recofusing anggaran. Kita diperintahkan untuk memberikan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat terdampak langsung secara terbatas," kata Dwipayana.
Menurutnya, mulai besok bantuan akan disalurkan mulai dari kecamatan Pekutatan. Sasarannya, pedagang kecil yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat.
"Bantuan yang kita berikan, setiap orang mendapat 15 kg beras premium. Bantuan bersumber dari recofusing anggaran setelah diadakan penyisiran,” ujar Dwipayana.
Ditambahkan Dwipayana, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak agar tepat sasaran.
“Sebelumnya sudah kita lakukan pendataan dan verifikasi untuk menghindari salah sasaran penerima bantuan sosial. Pendataan kita lakukan dari tingkat desa dan kami lakukan verifikasi agar tepat sasaran dan tidak terjadi double dengan penerima,” imbuhnya.
Dari data yang sudah dilakukan verifikasi itu, sudah didapatkan jumlah penerima yang tepat di masing – masing kecamatan hingga tingkat desa.
“Diantaranya, untuk di kecamatan Pekutatan Desa Pulukan dengan jumlah penerima bansos (98) orang penerima. Kemudian Kecamatan Mendoyo ada Desa Pohsanten sebanyak (17) orang penerima. Kecamatan Jembrana ada Desa Dangintukadaya sebanyak (105) orang penerima. Lalu kecamatan Negara ada tiga desa yakni Desa Pengambengan sebanyak (90) penerima, Desa Lelateng sebanyak (27) penerima, dan Desa Kaliakah sebanyak (91) penerima. Kemudian yang terakhir kecamatan Melaya ada dua desa yakni Desa Ekasari sebanyak (47) penerima dan Desa Tukadaya sebanyak (25) orang,” bebernya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, bantuan sosial diberikan kepada masyarakat di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.
Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan verifikasi penerima bantuan sosial untuk memastikan prioritas bantuan yang akan disalurkan. Verifikasi tersebut juga diperlukan untuk menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
"Karena keterbatasan anggaran, tidak memungkinkan memberikan bantuan sosial pada seluruh masyarakat. Sasarannya yang paling terdampak langsung. Verifikasi juga penting menghindari salah sasaran penerima," terangnya.
Mengenai penanganan Covid-19 dimasa PPKM darurat, Bupati menjelaskan telah menempuh langkah sekala dan niskala. Untuk penanganan secara sekala dengan bahu membahu bersama tenaga medis, aparat hingga masyarakat memutus penyebaran covid-19.
Mulai dari menggenjot perluasan vaksinasi, penangan kesehatan di faskes hingga menyediakan tempat karantina bagi pasien covid-19.
Sementara secara niskala, sebelumnya sudah dilakukan upacara segara kerthi dan wana kerthi, bertempat di pura segara Pengambengan dan Pura Pegubugan yang berada di tengah hutan Desa Manistutu Kecamatan Melaya.
"Untuk bantuan sosial yang kita salurkan ini bagian dari Jana kerthi. Artinya, kualitas manusianya yang kita tingkatkan, khususnya menghadapi pandemi covid-19 yang sudah lama berlangsung, " kata Bupati.
"Kita berharap dari dari bantuan itu bisa menjadi tumpuan masyarakat terdampak di tengah situasi sulit saat ini," pungkasnya.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 894 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah