Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pemkab Buleleng Dorong Kementerian Koperasi Salurkan KUR 9 Persen
Selasa, 26 Juli 2016,
06:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Sejalan dengan tema peringatan Hari koperasi ke-69 tahun 2016, yakni "Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari", diharapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
Hal itu dikatakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST saat memberikan sambutan pada puncak acara Hari Koperasi yang diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Senin (25/7).
Pada kegiatan itu, Bupati Suradnyana didampingi Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP, para Asisten dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.
Koperasi, khususnya di Buleleng sering mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Ini dikarenakan koperasi mengikuti ekonomi yang selalu berubah setiap tahunnya. Dengan demikian, Bupati Suradnyana menyarankan koperasi di Buleleng harus menguatkan strktutur manajemen koperasinya.
"Sekarang simpan pinjam yang masih dominan, jadi saran saya pengurus harus dikuatkan sihingga ada transparansi dalam pengelolaan koperasi," tegasnya.
Selanjutnya, Bupati Suradnyana mengatakan, Pemerintah terus mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengeluarkan Kredit Usaha Rakyat 9 persen.
"Dengan bunga pinjaman koperasi yang masih tinggi, pemerintah terus berusaha mendorong Kementerian untuk mengeluarkan KUR 9 persen agar koperasi tidak terkesan hanya dimanfaatkan oleh orang yang kepepet karena bunganya masih 2 persen," jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Drs. Ida Bagus Made Geriastika mengatakan, jumlah koperasi di Buleleng sampai tahun 2015 mencapai 388 Koperasi.
"Namun jumlah itu sudah berkurang karena ada 91 koperasi yang dicabut ijinnya karena bermasalah, sehingga sekarang masih tersisa 297 koperasi," jelasnya.
Ia mengaku, sebelum mencabut ijin, Diskopdagperin melakukan pembinaan kepada koperasi yang bermasalah.
"Kami sudah melakukan pembinaan, tapi mereka belum juga bisa menyelesaikan masalahnya jadi terpaksa kami cabut ijinnya," tegasnya. Ia menambahkan selain 91 koperasi yang dicabut ijinnya, sisanya masih tergolong sehat.[bbn/pan/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3994 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1384 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 937 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 863 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026