Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Pengakuan Warga Karangasem yang Sudah Beralih ke TV Digital
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga Kabupaten Karangasem yang dulunya menggunakan TV analog kini secara bertahap mulai beralih mengunakan TV digital.
Sebagian besar mereka mengaku beralih ke TV Digital untuk mendapatkan gambar yang lebih jernih layaknya pengguna Parabola atau siaran berbayar.
Mengingat, selama ini jaringan yang diterima saat menggunakan TV analog tidak stabil sehingga mempengaruhi kualitas gambar yang ditonton.
"Waktu analog beberapa ada yang jernih, tapi ada juga gerimis, kemarin beli STB untuk TV Digital sudah sempat dipasang, gambarnya bagus jernih tapi ada salah satu chanel yang gambarnya masih macet - macet," kata Ketut Edi salah seorang warga Karangasem yang kini mencoba beralih menggunakan TV Digital, Selasa (5/7/2022).
Untuk berubah ke TV Digital, ia mengaku membeli set top box (STB) seharga Rp.225 ribu dan satu unit antena luarnya beserta kabel seharga Rp.100 ribu.
Hanya saja, karena salah satu chanel gambarnya masih macet - macet dan kebetulan chanel tersebut menjadi tontonan favorit ibunya, sementara STB tersebut tidak dipasang karena pada tv analog gambar chanel tersebut bisa ditangkap dengan baik.
"Mungkin karena antenanya kurang tinggi, sehingga tangkapan sinyalnya kurang bagus, nanti kalau benar benar sudah pindah total siarannya ke TV Digital, saya akan pasang lagi STB nya," ujar Edi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1601 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1281 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1210 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1058 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah