Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pengantin Baru Mati Lemas Saat Mandi Air Panas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sepasang pengantin baru di Mesir mati lemas hanya 24 jam setelah mereka meresmikan hubungan sebagai suami istri.
Pasangan ini keracunan karbon monoksida yang bocor dari pemanas air, lapor media Mesir.
Keduanya, masing-masing berusia 22 dan 19 tahun menghirup gas beracun ini saat mandi. Keluarga mereka baru menyadari keesok harinya.
Mereka mendobrak masuk ke rumah setelah tak ada jawaban saat mengetuk pintu. Mereka menemukan keduanya terbaring di kamar mandi.
Penyelidikan polisi mengungkap pasangan itu meninggal karena mati lemas setelah menghirup karbon monoksida dari pemanas air yang bocor.
Sementara itu di China pasangan suami istri atau pasutri muda di Provinsi Jiangxi, China, tewas keracunan meninggalkan delapan anak.
Anak terakhir pasutri tersebut berusia 9 bulan, media China, Minggu (12/12/2021). Pasangan itu tewas saat mandi di salah satu rumah kontrakan di Kota Zhuting.
Dalam penyelidikan dan hasil uji forensik terungkap bahwa kedua korban tewas karena keracunan karbon monoksida.
Delapan anak korban yang terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki kini diasuh oleh neneknya yang berusia 60 tahun dan paman beserta bibi yang masih berusia 30 tahun.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3994 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1384 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 937 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 863 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun