Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Penjelasan Ilmiah Soal Awan UFO di Langit Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
Fenomena awan menyerupai kendaraan alien UFO menghebohkan Turki belum lama ini. Saksi mata mengatakan bentuk awan tersebut tetap utuh selama satu jam sebelum akhirnya menghilang di langit.
Diketahui awan berbentuk mirip UFO itu muncul di barat laut kota Bursa, Turki. Awan itu terlihat mengapung di balik gunung dan berwarna jingga.
Direktorat Meteorologi Turki pun memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Di mana fenomena semacam itu disebut dengan awan lenticular atau lentikularis dan tak ada kaitannya dengan aktivitas makhluk luar angkasa.
"Awan lenticular terjadi ketika udara stabil dan angin bertiup melintasi bukit dan gunung dari arah yang sama atau serupa pada ketinggian berbeda," ungkapnya dikutip dari detikcom, Minggu (12/2/2023).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pakar Iklim Universitas Gadjah Mada (UGM) Emilya Nurjani. Menurut dia, kemunculan awan tersebut tidak terkait dengan pertanda akan terjadinya bencana.
Emilya menyebut awan lenticularis merupakan fenomena biasa. Awan ini sering muncul atau terbentuk di daerah pegunungan atau gunung maupun perbukitan atau bukit.
Emilya menambahkan awan ini terbentuk dipengaruhi oleh faktor orografis/elevasi. Oleh karena itu, awan ini sering terbentuk di daerah pegunungan atau gunung maupun perbukitan atau bukit.
Biasanya, awan sering terbentuk di sisi pegunungan yang berangin atau sisi hadap lereng (windward), tetapi awan lenticularis terbentuk di sisi bawah angin atau sisi belakang lereng (leeward).
Baca juga:
Dokumen Albert Einstein Mengakui Adanya UFO
Dengan begitu, saat udara lembab naik ke sisi atas gunung/bukit mengalami pendinginan dan pemadatan sehingga menghasilkan awan. Namun, di sisi yang berlawanan dengan angin, udara menurun dan menghangat sehingga terjadi penguapan.
"Dilihat dari permukaan, awan terlihat tidak bergerak saat udara mengalir dan lapisan pembentuk awan terlalu kering sehingga lenticular akan terbentuk satu di atas yang lain. Bahkan, terkadang hal ini meluas ke lapisan stratosfer dan terlihat seperti UFO," paparnya.
Lebih lanjut, Emilya mengungkapkan, kemunculan awan lenticularis biasanya akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang.
"Hujan, tetapi intensitas tidak tinggi karena pada dasarnya uap air sudah jatuh sebagai hujan di sisi windward," terangnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4485 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2297 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1871 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun