Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
PM Lawrence Wong Soal Kebijakan Luar Negeri: Berteman dengan Semua
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Singapura yang baru dilantik Lawrence Wong mengungkap kebijakan luar negeri negara-kota itu.
Dalam pidato perdana dia sebagai PM, Lawrence mengatakan dunia penuh dengan rivalitas dan konflik. Namun, dia menegaskan Singapura akan berteman dengan semua negara.
"Kami akan terus berteman dengan semua pihak sembari menjunjung tinggi hak dan kepentingan kami," ujar Lawrence usai dilantik pada Rabu (15/5) malam waktu setempat.
Lawrence juga menyebut Singapura menghargai netralitas ASEAN dan upaya blok Asia Tenggara itu untuk mendorong kerja sama internasional dan global.
Dia juga menyinggung rivalitas Amerika Serikat dan China.Lawrence berharap kedua negara itu memiliki hubungan yang stabil.
"Kami berharap hubungan AS-China stabil dan kami akan terus melibatkan kedua kekuatan, bahkan saat masalah muncul di antara mereka," imbuh dia.
AS dan China selama ini bermusuhan karena berbagai hal, mulai dari perselisihan Laut China Selatan, Taiwan, hingga saling tuding soal pelanggaran hak asasi manusia.
Di kesempatan itu, Lawrence juga bersumpah akan memperkuat kemitraan Singapura dan memajukan kepentingan demi hasil yang lebih baik bagi bangsa dan dunia.
Lawrence menjadi PM Singapura menggantikan Lee Hsien Loong yang telah memimpin negara itu selama 20 tahun. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 337 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 242 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 132 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan