Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Polda NTB Musnahkan Bom Mortir Sisa Perang Dunia II
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemusnahan massal sejumlah barang bukti (BB) dan bahan peledak, dilakukan jajaran Polda NTB di Lapangan Mako Brimob NTB, Kamis (10/10).
[pilihan-redaksi]
Barang Bukti dan bahan peledak berupa granat nanas dan bom ikan serta detonator, sebagian merupakan peninggalan Perang Dunia II, serta hasil dari ungkapan masing-masing Polres seluruh NTB.
Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Nana Sudjana mengatakan, mengacu pada perintah Kapolri, dimana diketahui pada tanggal 4 September 2011 pernah terjadi ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak, di wilayah Polda Jawa Tengah.
"Yang kita pikirkan adalah dampak dari ledakan itu, apalagi kalau terjadinya dekat pemukiman penduduk," terang Irjen Nana.
[pilihan-redaksi2]
Oleh sebab itu papar Kapolda, melalui surat perintah Kapolri untuk Polda seluruh Indonesia, harus melakukan pemusnahan atau Disposal. Sehingga seluruh Polres di NTB mengumpulkan BB dan bahan peledak yang ada di masing-masing satuan kerja (satker). Lanjut dikumpulkan di Markas Dansat Brimob NTB.
Ada sekitar 2064 liter dari 2.000 detonator rakitan hasil pengungkapan. Kemudian 64 bahan peledak yang terdiri dari mortir dan pemilikan ini dilakukan pemusnahan. Disposal merupakan bahan peledak yang ada di Nusa Tenggara Barat. Dan rata-rata merupakan penemuan dari perang dunia dan sudah berusia ratusan tahun.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 895 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah