Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Polisi Jaga Ketat Lokasi Pameran dan Pasar Malam
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Rentetan tindak kejahatan perampokan dan aksi pencurian sepeda motor di Buleleng dalam dua minggu terakhir, mendorong Jajaran Polres Buleleng melibatkan ratusan lebih personil di Jajaran Polres Buleleng dan Polsektif Kota Singaraja dengan menjaga ketat lokasi pemeran dan pasar malam yang digelar di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja, seperti terlihat Sabtu (16/8) malam ratusan polisi berseragam dan tidak bersegam disebar di sejumlah titik di lokasi kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 63.
“ini hanya langkah antisipasi saja, sebab selama dua minggu terakhir ini, peristiwa kriminal tiba-tiba saja muncul seperti perampokan dan curanmor yang beruntun, lebih baik kita melakukan pencegahan dengan menebar seluruh kekuatan di kepolisian,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. I Made Sudirsa.
Keterlibatan ratusan personil kepolisian dari berbagai fungsional di lokasi pameran dan pasar malam difokuskan dalam dua wilayah tertentu,†yang berseragam kita lebih banyak konsentrasikan di areal pasar malam dan pemeran, sedangkan yang berpakaian preman kita tempatkan dikantong-kantong parkir kendaraan bermotor,†ujar Sudirsa.
Pengamanan yang dilakukan polisi dalam rangkaian Pameran dan Pasar Malam di Lapangan Bhuawana Patra Singaraja juga diperkuat dari unsur TNI AD, Den POM Singaraja dan Pam Swakarsa. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 344 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 291 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 221 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun