Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
PPKM Darurat Picu Kriminalitas, Ini Usulan KMHDI Denpasar
PPKM Darurat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Melihat kasus Covid-19 yang terus meningkat, beberapa waktu belakangan membuat pemerintah mau tidak mau harus menetapkan Kebijakan PPKM Darurat di Jawa dan Bali.
Terhitung sejak 3 Juli 2021, Pemerintah Kota Denpasar akhirnya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan hingga saat ini sudah dibentuk hingga 11 pos penyekatan di Kota Denpasar. Pos penyekatan yang masih berlangsung hingga hari ini berada di setiap desa/kelurahan.
Aturan yang diharapkan dapat mengontrol lonjakan kasus covid-19 di Denpasar, namun akhir-akhir ini justru memicu kasus kriminalitas di Kota Denpasar, padahal kejadian seperti ini jarang sekali terjadi. Salah satu kasusnya adalah pembobolan minimarket di daerah Gatot Subroto, Denpasar Timur beberapa waktu lalu.
Melihat kondisi yang terjadi di Denpasar, PC KMHDI Denpasar sebagai salah satu organisasi mahasiswa, sudah semestinya turut berpartisipasi memberikan sumbangan pemikiran terhadap kebijakan yang ditetapkan Pemerintah Kota Denpasar tersebut. Mengingat kebijakan PPKM Darurat ini bertujuan untuk penertiban mobilitas masyarakat di Kota Denpasar sekaligus mencegah terjadinya kelonjakan kasus Covid-19.
I Gusti Putu Putra Mahardika selaku Ketua PC KMHDI Denpasar mengingatkan Pemerintah Kota Denpasar agar lebih meningkatkan suasana keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat dalam pelaksanaan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021.
“Kami yakin Pemkot Denpasar pasti sudah memperhitungkan dengan matang terkait pemberlakuan PPKM Darurat ini. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kami hanya mengingatkan selain fokus kepada penertiban mobilitas masyarakat perlu juga memberikan suasana nyaman dan aman terhadap masyarakat. Terlebih lagi Denpasar yang merupakan pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa,” ungkap pemuda yang kerap di sapa Guswah ini.
Guswah juga menekankan agar petugas di lapangan lebih mengedepankan langkah-langkah persuasif agar terbangunnya suasana nyaman kepada masyarakat pada saat melaksanakan penertiban mobilitas masyarakat.
“Kami berharap, petugas dapat bekerja sama dan bersinergi dengan Pecalang Desa Adat setempat. Hal ini guna membangun kepercayaan masyarakat akan keamanan di lingkungan daerahnya. Hal ini juga perlu dilakukan secara massif untuk meminimalisir adanya kriminalitas seperti yang telah terjadi sebelumnya,” harapnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8432 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5803 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3630 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2455 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar