Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
Pria Curi Kutang di Jemuran Ditangkap Polisi
BERITABALI.COM, NTB.
MS (23 tahun) pria buruh kasar diamankan Polsek Sikur, Lombok Timur. Pasalnya, MS diduga mencuri pakaian dalam perempuan yang sedang dijemur di depan salah satu rumah di Dusun Presak Sire, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur pada Kamis (5/4) pukul 12.00 WITA.
Berdasarkan kronologis kejadian, terduga menggunakan SPM Honda beat warna hitam dengan nomor polisi DR 5150 LS lewat di depan rumah UF( 29 tahun) dan terduga melihat jemuran yang berada di pekarangan rumah.
Kemudian terduga berhenti dan berjalan kaki menuju tempat jemuran. Sesampai di tempat jemuran, terduga mengambil 2 pasang kutang milik dari istri UF kemudian mencium dan menggosok kutang tersebut di bagian kemaluannya.
Saat itu juga dilihat langsung oleh UF dan kemudian kedua BH tersebut dilepas dan di jatuhkan ke tanah. Sehingga terduga di Tempat Kejadian Perkara(TKP) langsung diamankan oleh UF dan kemudian datang 10 orang masyarakat sekitar ketika melihat kejadian tersebut.
Sehingga Anggota Polsek Sikur datang dan mengamankan terlapor beserta barang bukti berupa 2 pasang kutang dan dibawa ke Polsek Sikur untuk ditindak lanjuti.
“Tetap kita mediasi dulu kita panggil keluarga terduga pelaku pencurian ini dan kedua belah pihak. Karena terduga pelaku memiliki penyimpangan seks, sedangkan menurut pengakuan terduga pelaku kejadian serupa sudah dua kali dia lakukan, ” ujar Kapolsek Sikur, Iptu Dewa Astawa.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 43 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 4 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun