Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Pria di Donggala Mengaku Nabi Minta Tumbal Untuk Sambut Hari Kiamat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Uwentira, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dikagetkan dengan pengakuan seorang pria berasal dari Sumatera Utara yang mengaku sebagai nabi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jember
"Iya benar, ada seorang pria mengaku sebagai nabi, tapi pria itu bukan warga Donggala," kata Kapolsek Labuan, Iptu Syarif kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/3).
Pria tersebut menginap di Musala Uwentira, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea bersama 4 orang pengikutnya selama 10 hari. Syarif mengatakan selama berada di wilayah itu mereka mengajak warga untuk ikut bergabung dalam alirannya yang diduga sesat.
"Jumlahnya 5 orang, tapi satu orang mengaku sebagai nabi dan 4 orang lainnya itu adalah pengikutnya," bebernya.
Para penyebar ajaran sesat itu, kata Syarif berasal dari beberapa daerah seperti dari Medan sebanyak 3 orang, dari Batam ada satu orang dan satu orang lagi berasal dari Bitung.
"Namun mereka tidak mau menyebutkan identitasnya. Mereka menyakini bahwa ada utusan dari Allah yang kini hadir untuk ummat manusia dalam mempersiapkan kiamat yang sudah dekat," jelasnya.
Dalam mempersiapkan hari kiamat itu, setiap pengikut dari ajaran pria yang mengaku nabi ini harus mempersiapkan tumbal. Namun, kata Syarif mengaku tidak mengetahui pasti jenis tumbalnya.
"Wajib berikan tumbal. Untuk tumbal mereka tidak jelaskan berupa apa," imbuhnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2023 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1864 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1380 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1258 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah