Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Primata Yang Diperdagangkan di Indonesia Dari Alam
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lembaga pemerhari satwa ProFauna Indonesia melansir hampir 100% primata yang diperdagangkan di Indonesia berasal dari alam dan bukan dari hasil penangkaran. Kondisi ini yang menyebabkan kini 4 primata Indonesia masuk dalam satus paling terancam punah. Primata tersebut diantaranya Orangutan Sumatra, Tarsius Siau, Kukang Jawa dan Simakubo.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid saat ditemui di Kuta, Sabtu (2/7) menyatakan tingkat perdagangan primata di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan. Apalagi saat ini metode perdagangan primate sangat terorganisir dan tertutup. “ProFauna mengamati mereka tidak lagi mendisply primate itu di pasar. Tetapi mereka menyimpannya dalam gudang-gudang, dalam stok-stok, baru kalau ada pembeli yang serius dan pembeli yang dipercaya mereka baru mengeluarkan stok tersebut.
Sekarang penyelundupan lewat bandara saja bias terjadi,” ungkap Rosek Nursahid. Rosek Nursahid menyampaikan dari hasil inventigasi di lapangan primata yang diperjualbelikan di pasar biasanya dihargai antara Rp. 200.000 hingga Rp 2 juta rupiah. Sementara berdasarkan Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dinyatakan pelaku perdagangan termasuk yang memelihara satwa dilindungi bias dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3860 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1695 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1555 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun