Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Primata Yang Diperdagangkan di Indonesia Dari Alam
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lembaga pemerhari satwa ProFauna Indonesia melansir hampir 100% primata yang diperdagangkan di Indonesia berasal dari alam dan bukan dari hasil penangkaran. Kondisi ini yang menyebabkan kini 4 primata Indonesia masuk dalam satus paling terancam punah. Primata tersebut diantaranya Orangutan Sumatra, Tarsius Siau, Kukang Jawa dan Simakubo.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid saat ditemui di Kuta, Sabtu (2/7) menyatakan tingkat perdagangan primata di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan. Apalagi saat ini metode perdagangan primate sangat terorganisir dan tertutup. “ProFauna mengamati mereka tidak lagi mendisply primate itu di pasar. Tetapi mereka menyimpannya dalam gudang-gudang, dalam stok-stok, baru kalau ada pembeli yang serius dan pembeli yang dipercaya mereka baru mengeluarkan stok tersebut.
Sekarang penyelundupan lewat bandara saja bias terjadi,” ungkap Rosek Nursahid. Rosek Nursahid menyampaikan dari hasil inventigasi di lapangan primata yang diperjualbelikan di pasar biasanya dihargai antara Rp. 200.000 hingga Rp 2 juta rupiah. Sementara berdasarkan Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dinyatakan pelaku perdagangan termasuk yang memelihara satwa dilindungi bias dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3296 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 771 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 708 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman