Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Primata Yang Diperdagangkan di Indonesia Dari Alam
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lembaga pemerhari satwa ProFauna Indonesia melansir hampir 100% primata yang diperdagangkan di Indonesia berasal dari alam dan bukan dari hasil penangkaran. Kondisi ini yang menyebabkan kini 4 primata Indonesia masuk dalam satus paling terancam punah. Primata tersebut diantaranya Orangutan Sumatra, Tarsius Siau, Kukang Jawa dan Simakubo.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid saat ditemui di Kuta, Sabtu (2/7) menyatakan tingkat perdagangan primata di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan. Apalagi saat ini metode perdagangan primate sangat terorganisir dan tertutup. “ProFauna mengamati mereka tidak lagi mendisply primate itu di pasar. Tetapi mereka menyimpannya dalam gudang-gudang, dalam stok-stok, baru kalau ada pembeli yang serius dan pembeli yang dipercaya mereka baru mengeluarkan stok tersebut.
Sekarang penyelundupan lewat bandara saja bias terjadi,” ungkap Rosek Nursahid. Rosek Nursahid menyampaikan dari hasil inventigasi di lapangan primata yang diperjualbelikan di pasar biasanya dihargai antara Rp. 200.000 hingga Rp 2 juta rupiah. Sementara berdasarkan Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dinyatakan pelaku perdagangan termasuk yang memelihara satwa dilindungi bias dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1222 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 952 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 784 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 713 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik