Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Primata Yang Diperdagangkan di Indonesia Dari Alam
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lembaga pemerhari satwa ProFauna Indonesia melansir hampir 100% primata yang diperdagangkan di Indonesia berasal dari alam dan bukan dari hasil penangkaran. Kondisi ini yang menyebabkan kini 4 primata Indonesia masuk dalam satus paling terancam punah. Primata tersebut diantaranya Orangutan Sumatra, Tarsius Siau, Kukang Jawa dan Simakubo.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid saat ditemui di Kuta, Sabtu (2/7) menyatakan tingkat perdagangan primata di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan. Apalagi saat ini metode perdagangan primate sangat terorganisir dan tertutup. “ProFauna mengamati mereka tidak lagi mendisply primate itu di pasar. Tetapi mereka menyimpannya dalam gudang-gudang, dalam stok-stok, baru kalau ada pembeli yang serius dan pembeli yang dipercaya mereka baru mengeluarkan stok tersebut.
Sekarang penyelundupan lewat bandara saja bias terjadi,” ungkap Rosek Nursahid. Rosek Nursahid menyampaikan dari hasil inventigasi di lapangan primata yang diperjualbelikan di pasar biasanya dihargai antara Rp. 200.000 hingga Rp 2 juta rupiah. Sementara berdasarkan Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dinyatakan pelaku perdagangan termasuk yang memelihara satwa dilindungi bias dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan