Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Kera Jarah Kebun Petani

Rabu, 21 Mei 2008, 16:39 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Petani di Desa Pikat, Klungkung kini resah. Mereka tidak bisa menikmati hasil panen ladang mereka karena puluhan kera Bukit Munting menggasak hasil pertanian mereka. Bukit Munting, dimana satwa kera ini hidup, terletak di timur Desa Pikat. Belakangan ini, kera–kera ini menggasak hasil kebun petani berupa pisang, kelapa, dan buah-buahan yang lain. Diperkirakan terdapat 20 pasangan kera atau sekitar limapuluh ekor yang kini mulai turun dari bukit untuk mencari makanan.

Salah seorang warga Desa Pikat, Kecamatan Dawan,Wayan Siki, mengungkapkan kera itu mulai turun sejak dua tahun lalu. “Kami sering terganggu pak, pisang kami yang sudah tua sering digasak.” Keluhnya. Pendapat Wayan Siki ini dibenarkan oleh Wayan Sudiarta (54) yangbertugas sebagai prajuru desa adat Pikat. “Terutama kalau musim kemarau, kera-kera itu pasti turun bukit. Bahkan kera-kera itu sudah mendekat mencari makanan di sekitar Pura Dalem Desa Pikat. Bahkan mungkin karena laparnya, kera-kera itu menggasak buah kelapa yang berada di timur Desa Pikat,” jelasnya.

Bukit Munting, menurut keterangan Wayan Sudiarta, kini keadaannya sudah berubah. “Mungkin karena ditanami pohon albesia, kehidupan kera terutama sumber makanannya menjadi menipis sehingga harus turun ke ladang petani.” Kepala Desa Pikat, Wayan Navy Sudarsa tidak berani menyarankan untuk menangkap dan memotong kera-kera tersebut. Selain dipercayai sebagai kera duwe (kera yang dikeramaktan), kera-kera itu konon ‘dikomandani’ oleh seekor kera putih yang berukuran besar. “Ya kami hanya menyarankan untuk menghalau saja.” Ungkapnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami