Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Putra Mantan CEO Youtube Ditemukan Meninggal di Asrama Kampus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Putra mantan CEO YouTube Susan Wojcicki yang berusia 19 tahun ditemukan tewas di Universitas California, Berkeley, pada hari Selasa lalu.
Kabar duka ini diungkapkan oleh sang nenek, sther Wojcicki, di akun Facebook.
"Cucuku tercinta Marco Troper, usia 19 tahun meninggal dunia kemarin. Keluarga kami sangat terpukul," kata Esther Wojcicki dikutip dari NBC News.
Troper adalah seorang siswa yang tinggal di Kampus Clark Kerr, di sebuah asrama mahasiswa - ditemukan tidak sadarkan diri pada hari Selasa sekitar pukul 16:23 waktu setempat, kata juru bicara UC Berkeley Janet Gilmore.
Sang nenek menyebut bahwa Troper adalah "manusia yang paling baik hati, penyayang, cerdas, menyenangkan, dan tampan."
Departemen Pemadam Kebakaran Berkeley menanggapi kompleks tersebut dan memberi tahu Departemen Kepolisian Universitas California bahwa mereka "mencoba melakukan tindakan penyelamatan nyawa" terhadap mahasiswa tersebut, kata Gilmore. Pada saat polisi kampus tiba, BFD telah menyatakan dia meninggal.
Gilmore mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan. Namun saat ini penyelidikan masih dilakukan.
Meskipun penyebab kematian Troper belum ditentukan, Esther Wojcicki mengatakan kepada SF Gate bahwa dia yakin cucunya meninggal karena overdosis obat. Dia mengatakan pihak keluarga sedang menunggu hasil laporan toksikologi.
"Dia menelan obat, dan kami tidak tahu apa isinya. Satu hal yang kami tahu, itu adalah obat."," katanya kepada SF Gate.
"Kami ingin mencegah hal ini terjadi pada keluarga lain," kata Esther Wojcicki kepada SF Gate.
Menurut neneknya, Troper "baru saja memulai" semester kedua tahun pertamanya di UC Berkeley, di mana dia mengambil jurusan matematika "dan sangat menyukainya."
Selain "berkembang secara akademis, Troper disebut memiliki "komunitas pertemanan yang kuat, baik dari asrama maupun lainnya.
"Di rumah, dia menceritakan kepada kami kisah-kisah tak berujung tentang kehidupannya dan teman-temannya di Berkeley," tulisnya.
"Hidup Marco terpotong terlalu singkat. Dan kami semua sangat terpukul memikirkan semua peluang dan pengalaman hidup yang akan dia lewatkan dan akan kita lewatkan bersama," kata Esther Wojcicki.
"Marco, kami semua mencintaimu dan merindukanmu lebih dari yang kamu sadari."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 441 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan