Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Rakyat Pilih Kucing Dalam Karung
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Upaya KPUD Gianyar untuk meniadakan debat publik ternyata menuai kritikan tajam dari kalangan LSM dan petinggi partai politik. Hal itu dinilai mengingkari semangat reformasi dan terkesan menjebak rakyat untuk memilih kucing dalam karung.
Agak aneh memang upaya KPUD Gianyar hilangkan debat publik. Bukankah itu menjadi momentum pendidikan politik bagi rakyat, sekaligus agar rakyat ingat apa janjinya dan logika pemikiran calon kenapa visi dan misi itu dijual ke rakyat.
Masak memilih seperti membeli kucing dalam karung, kata Ketua Garansi Bali I Nengah Pringgo, Sabtu (24/11).
Menurut aktivis yang tinggal di Batubulan Gianyar itu, KPUD harusnya memahami fungsi pilkada tidak sekadar memilih pemimpin saja, tetapi lebih luas juga memberikan pelajaran politik kepada rakyat seoptimal mungkin.
Yang membuat miris apalagi disebutkan dana dan aturan sebagai penyebabnya. Apa nggak salah itu? Justru aturan menyarankan ada wahana itu dan dana juga tidak seberapa dibandingkan proyek sosialisasi KPUD, katanya.
Menurut Pringgo, tidak masuk akal kalau soal dana dijadikan alasan. "Memangnya masyarakat bodo apa? Cari alasan yang masuk akal lah. Bila memang kurang dana untuk sekadar debat publik kami siap urunan,sindirnya.
Garansi menilai, upaya KPUD seperti itu hanya untuk mengamankan kandidat-kandidat yang tidak berani berbicara benar apa adanya secara terbuka.
Mestinya visi dan misinya diuji dong, nanti rakyat menilai. Masuk akal atau tidak. Kalau kebijakan KPUD seperti ini jangan-jangan posisinya sudah nyerendeng dan tidak ditengah-tengah lagi, katanya.
Di sisi lain, ketua Partai Demokrat Gianyar I Ketut Jata menanggapi tiadanya debat publik hanya akan menyulitkan rakyat memilih secara benar dan cerdas.
“Saya sih berharap KPUD bisa ikut memberikan pendidikan politik kepada rakyat dengan cara benar. Kalau diserahkan kepada pihak lain malah dikhawatirkan tidak netral, atau kandidat enggan datang. Kalau KPUD kan jadi berwibawa dan bisa dipertanggungjawabkan,kata Jata.
Jata menilai alasan dana dan aturan sebagai alasan adalah alasan yang kurang cerdas.Harusnya visi dan misinya diuji dan dilihat mana yang masuk akal dan mana yang tidak. Nanti rakyat menilai. Kalau model sekarang pilkada Gianyar menjemukan hanya isinya saling klaim dukungan saja, kata Jata.
Dia menegaskan kalau kualitas Pilkada merosot tentu akan memalukan warga Gianyar karena kalah dengan daerah lain
yang lebih demokratis dan cerdas.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3851 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang