Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
RSUD Buleleng Tambah Gedung Fasilitas Cuci Darah
Fasilitasi Pasien Gagal Ginjal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Demi memfasilitasi pasien gagal ginjal, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng menambah Gedung Fasilitas Cuci Darah atau Hemodyalisis (HD).
Hal itu diungkapkan oleh Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, (18/10).
Terkait kelebihannya, Arya mengatakan selain kapasitasnya yang lebih banyak, gedung HD baru juga memiliki fasilitas isolasi bagi pasien HD yang terkonfirmasi Covid-19. Masing-masing gedung, kata Arya memiliki kapasitas sebanyak 30 bed.
"Dibanding yang kita miliki sekarang itu 28 bed," imbuhnya.
Arya menambahkan setelah sarana dan prasarana telah siap semua, fasilitas HD akan dipindahkan ke gedung baru, dan ruangan HD yang lama akan dialokasikan untuk fasilitas lain.
"Sehingga pelayanan berjalan, keselamatan pasien dan nakes juga terjamin," jelasnya.
Lebih lanjut, Arya menjelaskan 2 gedung HD tersebut sudah selesai pembangunannya dan merupakan hibah dari rekanan penyedia sarana HD. Sarana HD tersebut digunakan untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan ginjal.
Melalui pembangunan fasilitas HD baru itu, dirinya berharap masyarakat dapat mengakses pelayanan HD dengan lebih baik lagi.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1382 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 936 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 861 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun