Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Saling Balas PSI dan PDIP Soal Transaksi Janggal Pemilu 2024
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bereaksi atas pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto soal partai punya baliho lebih banyak dari pengurus.
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni meminta Hasto untuk membaca survei Indikator Politik Indonesia tentang alat peraga kampanye (APK).
"Menurut survei indikator, APK paling banyak itu namanya partainya PDIP. PSI urutan ke-11. Jadi, ada baiknya survei itu dibaca," kata Antoni di sela-sela kunjungan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Pati, Jawa Tengah, Minggu (17/12).
Antoni mengatakan PSI sudah bukan partai kecil lagi. Menurutnya, jumlah kader PSI bertambah sejak Kaesang Pangarep menjadi ketua umum.
"Pengurus kami sudah sampai ke kecamatan-kecamatan sampai di desa. Jadi, jumlah pengurusnya (kami) juga lebih banyak," ucapnya.
Dia pun angkat bicara soal temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang partai yang diduga terlibat dalam transaksi triliunan rupiah.
Antoni mendukung PPATK untuk membuka data tersebut. Menurutnya, hal itu bisa membuat publik tahu siapa parpol yang APK-nya banyak dan punya transaksi ilegal.
"PSI partai terbuka, partai transparan, siap justru untuk adu data. Semua laporan keuangan kampanye itu pasti akan di-published oleh PSI. Apalagi kalau yang minta PPATK. Ya, kita akan sampaikan," ucap Antoni bersiap adu data dengan PPATK.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung sebuah partai kecil yang tiba-tiba punya baliho banyak. Dia tak menyebut PSI secara spesifik.
Pernyataan Hasto itu merespons temuan PPATK tentang dugaan kenaikan transaksi mencurigakan kampanye peserta Pemilu 2024 hingga 100 persen.
"Sekarang ada partai yang tanpa diketahui dari mana tiba-tiba bisa memasang balihonya di seluruh nusantara balihonya itu lebih banyak daripada jumlah pengurusnya," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (15/12).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4133 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun