Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Sarana Minim, Jadi Penyebab Lambatnya Penanganan Bencana
Senin, 26 Desember 2016,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Banyaknya bencana melanda wilayah Kabupaten Tabanan seperti tanah longsor disertai pohon tumbang, membuat Penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan pengeng. Pasalnya sarana yang dimiliki tergolong minim, sehingga setiap ada bencana penanganan menjadi lambat.
BACA JUGA:
Salah satu staff Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tabanan, Nyoman Sudana, mengatakan belakangan ini Tabanan banyak dilanda bencana salah satunya tanah longsor. Terlebih akibat longsor itu tidak bisa ditangani secara manual. Sehingga untuk melakukan sesuatu sering harus menunggu alat berat dilokasi bencana. Kalaupun dipaksakan pengerjaan secara manual, hasilnyapun tidak maksimal dan memerlukan waktu yang lama.
“Kita akui sarana yang kita miliki kurang," ucap Sudana, Minggu, (25/12).
Dia mencontohkan bencana yang terjadi di Bedugul Baturiti, Marga dan Pupuan yang sempat menutupi seluruh badan jalan beberapa waktu lalu. Yang tidak bisa dikerjakan secara manual dan harus dikerjakan dengan alat berat. Sehingga membuat pihak BPBD tidak bisa bekerja maksimal.
Selain itu, pohon tumbang yang terjadi di daerah Perkotaan, Kecamatan Marga, Baturiti, Selemadeg dan Pupuan tidak bisa dikerjakan secara manual untuk pohon-pohon besar yang tumbang. Itupun harus menggunakan mobil lift untuk mengangkat pohon pohon besar yang tumbang. Agar dapat memudahkan pengerjaan di lapangan.
"Karena Tabanan rawan terjadi tanah longsor sebagian besar disertai pohon tumbang, yang tidak bisa dibersihkan secara manual, jadi alat berat dan mobil lift sangat dibutuhkan," terangnya.
BACA JUGA:
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Gst Ngurah Made Sucita saat dikonfirmasi lewat telepon seluler mengakui penanganan bencana di lapangan agak lambat lantaran tidak punya alat berat untuk penanganan tanah longsor dengan mobil lift untuk mengangkat pohon. Sebetulnya BPBD Tabanan sudah mengusulkan ke Provinsi sejak tahun 2014. Namun sampai sekarang sarana tersebut belum terealisasi.
"Ya belum ada, mestinya BPBD kalau idealnya kan punya, cuman kita belum punya, karena alat berat sangat mahal, sehingga APBD Kabupaten lebih diprioritaskan ke hal yang lain dulu, Di Provinsi sudah kita usulkan, mudah mudahan tahun ini terealisasi, untuk alat berat dan mobil lift," ucap Sucita. [bbn/sd/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 571 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 432 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026