Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Sebelum Diterjang Banjir, Pradnya Sempat Bersiap Pindah Motor
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kepergian I Gusti Ayu Pradnya, putri ke dua dari pasangan I Gusti Ngurah Suparta dan I Gusti Ayu Kartini yang menjadi korban keganasan air bah bersama adik bungsunya di bantaran sungai Ketapang, Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Karangasem menyisakan duka mendalam.
Semasa hidupnya, Gadis berusia 19 tahun yang belum lama ini diterima bekerja sebagai sales marketing pada sebuah perusahaan di Kota Amlapura itu dikenal sebagai pribadi yang periang dan mudah bergaul.
Baca juga:
Sekeluarga di Karangasem Diterjang Banjir, 1 Anak Meninggal
"Dari ketiga keponakan perempuan saya, Pradnya ini anaknya paling periang dan cepat sekali akrab dengan orang-orang yang baru dikenalnya," ujar bibi korban, I Gusti Ngurah Ayu Santini kepada awak media, Selasa (18/10/2022).
Tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh Santini sebelum terjadinya musibah air bah yang menelan dua korban jiwa kakak beradik itu pada Senin pagi (17/10/2022). Sebelum kejadian, Santini mengaku terakhir kali bertemu dengan keponakannya itu sekitar satu minggu yang lalu.
Saat itu, Pradnya sempat datang berkunjung ke tempat tinggalnya di Denpasar sambil jalan - jalan karena sedang libur dari tempatnya bekerja.
"Seminggu lalu sempat main ke rumah pas libur katanya, biasanya selalu jika menjelang ada upacara pasti obrolannya tentang bikin baju setelan dengan saya, dan kebetulan dekat-dekat itu ada odalan," kata Santini.
Belakangan diketahui, 30 menit sebelum musibah air bah itu terjadi, Pradnya bersama ayah dan adiknya yang selamat sempat memindahkan sepeda motor dari tempat parkir yang berjarak sekitar 500 meter di selatan rumahnya ke tempat yang lebih aman karena khawatir ada banjir meskipun belum pernah terjadi banjir besar selama puluhan tahun di sungai tersebut.
Saat itu juga, ibu dan adiknya yang masih di dalam rumah sudah bersiap-siap untuk bergeser ke tempat yang lebih aman. Sementara Pradnya yang sudah membawa sepeda motornya ke tempat aman kembali ke rumahnya untuk mengambil baju kerja yang ketinggalan.
"Setelah memindahkan motornya, Pradnya kembali ke rumah untuk mengambil baju kerjanya yang ketinggalan, karena hari itu, paginya ia akan bekerja, hanya saja tuhan berkehendak lain tiba-tiba musibah itu terjadi," ungkap Santini.
Sementara itu, dihari kejadian setelah jenazah adiknya I Gusti Ngurah Wedana Putra ditemukan oleh tim SAR, pada sore hari kedua jenazah kakak adik tersebut langsung dimakamkan di kuburan desa adat setempat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1016 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 896 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah